LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kerusakan jalan di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, mendadak menjadi sorotan publik setelah warga setempat melakukan aksi unik sebagai bentuk protes. Lubang-lubang besar yang tergenang air di badan jalan diberi nama “Telaga Sewu” dan diumumkan layaknya destinasi wisata baru.
Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian ramai beredar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah anak bermain air di genangan yang memenuhi lubang jalan. Ukuran lubang yang cukup lebar membuatnya menyerupai kolam kecil.
Tak hanya itu, warga juga memasang papan bertuliskan “Grand Opening Telaga Sewu Purbolinggo Lampung Timur” di sekitar lokasi. Tulisan tersebut menjadi simbol kekecewaan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai tak kunjung diperbaiki.
Suprayitno, salah satu warga, mengatakan aksi tersebut lahir dari rasa jenuh yang sudah lama dirasakan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan penghubung Purbolinggo menuju arah Kota Metro dan Sukadana terus memburuk.
“Ini bentuk kekecewaan masyarakat. Sudah lama menunggu perbaikan, tapi kerusakan justru makin meluas,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menyebut warga selama ini rutin membayar pajak, namun fasilitas jalan yang digunakan sehari-hari justru dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, kata dia, sebagian besar ruas jalan kini sulit dilalui kendaraan.
“Kalau tidak segera ditangani, akses bisa lumpuh. Sekarang mungkin tinggal sebagian kecil saja yang masih layak,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Rosi. Ia menuturkan laporan kepada pemerintah sebenarnya sudah sering dilakukan, namun belum ada perubahan signifikan.
“Sudah sering disampaikan. Mungkin memang harus ramai dulu baru ditindak,” ucapnya.
Pemkab Pastikan Sudah Masuk Perencanaan
Menanggapi viralnya aksi tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah awal. Ia menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan penimbunan pada lubang-lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Kami sudah perintahkan untuk penanganan cepat agar tidak membahayakan masyarakat,” katanya, Minggu (15/2/2026).

Menurut Ela, ruas jalan yang menjadi sorotan itu sebenarnya telah masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2026. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas dan kemampuan anggaran daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian masyarakat dan media terhadap kondisi infrastruktur di wilayahnya. Menurutnya, kritik yang disampaikan tetap menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
“Masukan dari masyarakat tentu menjadi perhatian kami. Infrastruktur memang menjadi fokus utama dalam masa jabatan ini,” ujarnya.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan agar akses masyarakat tetap terjaga dan aktivitas perekonomian tidak terganggu. (Red)













