LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Rekaman video yang memperlihatkan aksi duel menggunakan senjata tajam di Kabupaten Lampung Timur viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, itu mengakibatkan seorang pria mengalami luka serius pada bagian tangan dan kini tengah ditangani aparat kepolisian.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa pria datang ke lokasi dengan mengendarai dua sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis pedang. Salah seorang di antaranya turun dari kendaraan dan menghampiri sebuah rumah warga.
Tak lama kemudian, seorang pria keluar dari rumah dengan membawa senjata serupa hingga keduanya terlibat duel di tengah jalan. Aksi saling serang berlangsung beberapa saat dan sempat melibatkan dua orang lainnya yang berada di lokasi.
Setelah bentrokan terjadi, salah seorang pria yang terlibat terlihat berlari masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Akibat insiden tersebut, seorang pria dilaporkan mengalami luka bacok serius pada bagian tangan hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukumnya pada Selasa (21/7/2026). Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan kronologi lengkap kejadian.
“Kasus ini sedang ditangani. Kedua belah pihak sudah saling membuat laporan polisi. Saat ini kami masih mendalami perkara tersebut dengan meminta klarifikasi dari para pihak yang terlibat,” ujar Muhammad Iksir, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta memeriksa pihak-pihak yang terlibat guna mengetahui motif di balik aksi kekerasan tersebut. Polisi juga akan mendalami seluruh barang bukti, termasuk rekaman video yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan tindakan kekerasan. Serahkan setiap permasalahan kepada aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka,” tegasnya.
Polres Lampung Timur memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang sedang dilakukan penyidik. (Red)













