BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung memastikan pasokan komoditas peternakan, khususnya daging sapi dan telur ayam, masih mencukupi di tengah potensi dampak fenomena El Nino. Hingga awal Agustus 2026, harga kedua komoditas tersebut juga dinilai relatif stabil di pasar tradisional.
Kepala Disperindag Provinsi Lampung, M Zimmi Skil, mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan agar tidak membebani masyarakat.
“Koordinasi terus dilakukan agar ketersediaan pasokan dan harga komoditas seperti daging, telur, serta kebutuhan pokok lainnya tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” kata Zimmi, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, sejak berlakunya pembagian kewenangan pangan pada 1 Januari 2023, pengelolaan sektor produksi berada di bawah Badan Pangan Nasional bersama instansi teknis seperti Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian. Sementara itu, Disperindag lebih berfokus pada pengawasan harga dan distribusi di tingkat pasar.
“Sektor peternakan berada pada bagian hulu, yakni produksi dan pasokan. Sementara dari sisi perdagangan, sejak 1 Januari 2023 terdapat perubahan kewenangan setelah hadirnya Badan Pangan Nasional,” ujarnya.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Disperindag memanfaatkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. Melalui sistem tersebut, petugas di seluruh kabupaten dan kota secara rutin menginput perkembangan harga komoditas di pasar.
“Petugas kabupaten/kota melakukan input data harga melalui SP2KP untuk memantau pergerakan harga bahan kebutuhan pokok di pasar,” jelas Zimmi.
Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Pasar (SIGAP), harga daging sapi di pasar tradisional Lampung saat ini berada di kisaran Rp138 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Sementara harga telur ayam tercatat rata-rata Rp27 ribu per kilogram.
Menghadapi potensi gangguan akibat El Nino, Pemerintah Provinsi Lampung juga memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap lancar sehingga pasokan di pasar tidak terganggu.
“TPID memastikan distribusi di tingkat kabupaten/kota berjalan lancar. Sampai saat ini kondisi inflasi Lampung masih terkendali dan ketersediaan barang, termasuk daging serta telur, tetap aman di pasar,” katanya.
Selain menjaga distribusi, Disperindag terus menggelar program penetrasi pasar atau pasar murah di 15 kabupaten/kota sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan gejolak harga.
“Program penetrasi pasar dilakukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga,” pungkasnya. (Red)













