LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kondisi memprihatinkan SD Negeri 2 Taman Endah, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, menjadi sorotan setelah video kerusakan bangunan sekolah tersebut viral di media sosial. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan berat, mulai dari dinding yang lapuk, atap rusak, hingga kusen jendela yang rapuh sehingga dinilai membahayakan keselamatan siswa.
Kerusakan bangunan diketahui telah terjadi sejak tahun 2024. Namun hingga kini, rehabilitasi belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki sekolah.
Demi menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergiliran. Siswa dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang, karena hanya sebagian ruang kelas yang masih layak digunakan.
Selain itu, ruang kantor guru terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang belajar. Kondisi tersebut membuat para guru harus bekerja di ruangan yang mengalami kerusakan.
Kepala SD Negeri 2 Taman Endah, Suharni, mengatakan ruang kelas yang mengalami kerusakan kini tidak lagi digunakan setelah videonya ramai diperbincangkan di media sosial.
“Setelah video viral, ruang kelas yang rusak langsung dikosongkan demi keselamatan siswa. Saat ini pembelajaran dilakukan dengan sistem shift. Kelas 1, 2, 3, dan 6 masuk pagi, sedangkan kelas 4 dan 5 masuk siang. Karena hanya tersisa empat ruang kelas yang layak, ruang guru juga digunakan untuk kegiatan belajar,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Suharni, perhatian publik terhadap kondisi sekolah membawa dampak positif. Sejumlah pihak telah datang meninjau langsung dan menyampaikan komitmen untuk membantu perbaikan bangunan sekolah.
Meski demikian, pihak sekolah berharap bantuan tersebut segera direalisasikan agar proses rehabilitasi dapat dilakukan secepatnya. Pasalnya, kerusakan bangunan dikhawatirkan terus meluas dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik apabila tetap dibiarkan.
Pihak sekolah juga berharap renovasi dapat segera dilakukan sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung dengan aman, nyaman, dan optimal bagi seluruh peserta didik. (Red)













