LAMPUNG BARAT, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Fenomena hujan es disertai angin kencang dan petir terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore. Peristiwa yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan warga mengalami kerusakan.
Butiran es berukuran sebesar kelereng dilaporkan turun bersamaan dengan hujan deras. Kencangnya hembusan angin bahkan menyebabkan bagian atap dan tiang beberapa rumah warga roboh.
Dandim 0422/Lampung Barat, Letkol Inf Rizky Kurniawan, mengatakan fenomena tersebut mulai terjadi sekitar pukul 15.21 WIB. Cuaca ekstrem itu melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Balik Bukit.
Beberapa wilayah terdampak meliputi Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, serta Kelurahan Pasar Liwa.
Dari laporan sementara, Pekon Hanakau menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan bangunan. Sejumlah rumah warga dilaporkan terdampak akibat angin kencang yang menyertai hujan es.
Rumah milik Purnomo Aji di Pemangku Sumber Sari mengalami kerusakan pada bagian atap dan tiang bangunan. Sementara itu, dinding garasi rumah milik H Pudin juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan serupa dialami rumah Mukni di Pemangku Talang Kawat setelah bagian atapnya terlepas akibat terpaan angin. Rumah milik Dadang di Pemangku Sumber Sari juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan tiang.
Selain permukiman warga, sebuah bangunan pendidikan anak usia dini (PAUD) dilaporkan tertimpa pohon tumbang. Sejumlah bangunan lainnya juga mengalami kebocoran pada bagian atap.
Rizky menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Kodim 0422/Lampung Barat selanjutnya menyiapkan kegiatan gotong royong bersama masyarakat untuk membantu warga terdampak, terutama di wilayah Pekon Hanakau.
Sementara itu, warga Balik Bukit, Wahdi, mengaku terkejut dengan turunnya butiran es yang menyertai hujan deras pada Minggu sore. Menurutnya, hujan sebenarnya sudah mengguyur kawasan tersebut selama dua hari terakhir, tetapi baru kali ini disertai hujan es.
Ia mengatakan, setelah hujan dan angin mulai mereda, sejumlah warga keluar rumah untuk melihat butiran es yang berjatuhan di halaman, jalan, hingga atap bangunan.
Fenomena hujan es di Kecamatan Balik Bukit sebelumnya juga pernah terjadi pada 29 September 2025. Saat itu, kejadian serupa dilaporkan berlangsung di wilayah Padang Dalom.
Peristiwa terbaru ini menjadi perhatian karena tidak hanya menghadirkan hujan es, tetapi juga disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan milik warga. Pendataan dan upaya penanganan terhadap wilayah terdampak masih dilakukan. (Red)













