LAMPUNG TENGAH, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Warga Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah menggelar aksi protes akibat jembatan penghubung utama yang putus dan hingga kini belum diperbaiki.
Puluhan warga turun langsung ke lokasi untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait kondisi jembatan yang menjadi akses utama masyarakat setempat.
Aksi tersebut diikuti berbagai kalangan mulai dari emak-emak, pelajar, hingga tokoh masyarakat. Mereka membawa poster dan meminta pemerintah segera melakukan perbaikan jembatan yang telah rusak selama berbulan-bulan.
Jembatan sepanjang lebih dari 50 meter itu membelah Sungai Way Pengubuan yang dikenal memiliki arus dalam dan lebar. Akibat kondisi tersebut, warga tidak berani menyeberang langsung melalui sungai karena dinilai sangat berbahaya.
Sementara itu, jalur alternatif terdekat harus ditempuh hingga sekitar 40 kilometer untuk mencapai wilayah seberang. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu, terutama untuk keperluan sekolah dan pekerjaan sehari-hari.
Sejumlah siswa bahkan terpaksa meniti tali besi sisa jembatan agar tetap bisa menyeberang dan berangkat ke sekolah.
Salah seorang warga, Sopian, mengatakan masyarakat berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan tersebut karena sangat dibutuhkan warga.
Hal senada disampaikan Ermalina yang mengaku aktivitas warga menjadi sangat sulit sejak jembatan putus.
Warga menyebut jembatan tersebut sudah putus sejak empat bulan lalu. Namun hingga kini belum ada kepastian perbaikan dari pemerintah setempat.
Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan agar akses pendidikan, perekonomian, dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal. (Red)













