Bandar LampungKAILampung17.com

Warga Kampung Sawah Keluhkan Residu BBM Masuk Drainase dan Permukiman

×

Warga Kampung Sawah Keluhkan Residu BBM Masuk Drainase dan Permukiman

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG17.COM (SMSI) – Warga RT 13 Sawah Lama, Kampung Sawah, Kota Bandar Lampung mengeluhkan adanya aliran residu bahan bakar minyak (BBM) yang masuk ke saluran drainase hingga permukiman warga usai hujan deras yang melanda kota dalam beberapa hari terakhir.

Warga menilai kondisi kali ini lebih parah dibanding kejadian sebelumnya. Bahkan, sebagian warga mengaku tangan mereka langsung dipenuhi cairan menyerupai oli saat menyentuh air di saluran drainase.

Menurut warga, persoalan tersebut sebelumnya sudah beberapa kali disampaikan melalui ketua RT, pihak kelurahan, hingga ke PT KAI. Namun hingga kini, warga menilai belum ada penanganan langsung yang dilakukan di lokasi terdampak.

Salah seorang warga Kampung Sawah, Mardi Saputra, mengatakan masyarakat khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan lingkungan dan aktivitas warga sehari-hari.

“Kami berharap segera ada penanganan yang jelas, karena saat hujan deras air yang mengalir terlihat bercampur residu seperti oli,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa cairan yang mengalir ke lingkungan warga bukan berasal dari kebocoran limbah maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan endapan residu BBM lama di area depo lokomotif terangkat dan terbawa aliran air menuju drainase warga.

“Derasnya hujan membuat endapan residu lama ikut terbawa aliran air. Namun itu bukan berasal dari kebocoran IPAL,” jelas Azhar.

Ia menambahkan, fasilitas IPAL di area depo lokomotif berada dalam kondisi tertutup dan rutin dilakukan pengurasan secara berkala.

Selain itu, PT KAI juga mengaku telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya memperkuat sistem drainase serta melakukan pengurasan di area Depo Tanjungkarang guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Warga berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh agar residu BBM tidak kembali mencemari lingkungan saat hujan deras terjadi di kemudian hari. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *