BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Bandar Lampung Expo 2026 tidak hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selama pelaksanaan pameran, transaksi penjualan produk UMKM di stand binaan Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung telah menembus angka lebih dari Rp100 juta.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area pameran, baik di dalam maupun luar Gedung Graha Mandala Alam. Beragam produk unggulan hasil karya pelaku UMKM, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas daerah, menjadi daya tarik utama selama expo berlangsung. Kamis (23/07/2026).
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil karya UMKM binaan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang telah melalui proses kurasi.
“Di stand kami menampilkan berbagai produk unggulan seperti kain tapis, peci, kain tenun, madu, hingga aneka makanan olahan. Semua merupakan hasil karya UMKM binaan Dinas Perdagangan,” ujar Erwin.
Menurutnya, produk wastra khas Lampung, terutama kain tapis, menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diminati pengunjung. Selain itu, berbagai produk makanan olahan juga mencatat penjualan yang cukup tinggi selama pameran berlangsung.
“Alhamdulillah, nilai transaksi di stand kami sudah melampaui Rp100 juta. Produk yang paling banyak dibeli pengunjung adalah kain tapis dan makanan olahan,” katanya.
Tak hanya transaksi di stand Dinas Perdagangan, aktivitas jual beli juga berlangsung di berbagai booth lainnya, baik yang menampilkan produk kerajinan maupun kuliner. Kondisi tersebut menunjukkan geliat ekonomi yang cukup positif selama penyelenggaraan Bandar Lampung Expo 2026.
Pemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan total transaksi selama pelaksanaan expo mencapai Rp3 miliar. Hingga memasuki pertengahan agenda, nilai transaksi yang tercatat telah melampaui Rp1,5 miliar atau sekitar 50 persen dari target yang ditetapkan.
Melalui penyelenggaraan Bandar Lampung Expo, pemerintah berharap promosi produk lokal semakin luas, daya saing UMKM meningkat, serta terbuka peluang pasar yang lebih besar bagi pelaku usaha di Kota Bandar Lampung. Ajang tahunan ini diharapkan terus menjadi sarana efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM lokal. (Red)













