BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, mendadak tidak berjalan sejak Januari hingga Februari 2026. Padahal, sekolah tersebut tercatat sebagai salah satu sekolah dasar negeri pertama yang menerima program unggulan pemerintah tersebut.
Terhentinya distribusi makanan bergizi itu memunculkan pertanyaan dari orang tua murid maupun pihak sekolah. Banyak yang menduga penghentian terjadi karena persoalan anggaran. Namun, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, menegaskan bahwa penghentian tidak ada kaitannya dengan penyalahgunaan dana.
Menurut Qalbina, kebijakan tersebut merupakan penyesuaian teknis baru dari Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam aturan terbaru, satu dapur MBG dibatasi maksimal melayani 3.000 penerima manfaat.
“Sebelumnya kami sempat melayani hingga 3.400 penerima manfaat, termasuk SDN 2 Sukarame. Namun sesuai juknis terbaru, maksimal hanya 3.000 orang dan guru juga kini masuk kategori penerima,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan pagu anggaran Rp500 juta per dapur, dana tersebut hanya mencukupi untuk sekitar dua pekan operasional. Sistem pencairan kini dilakukan per tahun, bukan lagi per dua minggu seperti sebelumnya.
Qalbina menegaskan, kebijakan ini bertujuan menjaga kualitas makanan dan operasional dapur tetap optimal. SDN 2 Sukarame disebut akan dialihkan ke dapur lain yang saat ini sedang dalam tahap persiapan dan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan Sukarame, Makruf, menyebutkan jumlah penerima manfaat MBG di wilayahnya hampir mencapai 20 ribu orang. Dari jumlah tersebut, baru 10 dapur yang aktif beroperasi, sementara dua dapur tambahan masih dalam tahap persiapan.

Sebelumnya, Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadstuty, menyampaikan bahwa sekolahnya mulai menerima MBG sejak 14 April 2025 melalui SPPG Sukarame 1 atau Dapur Ombai. Namun memasuki awal 2026, program tersebut belum kembali berjalan. (Red)













