Komando Daerah Militer XXI/Radin IntenLampungLampung17.comPolda LampungPolriSMSI Bandar LampungTNI ADTNI AU

Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 Kodam XXI/Raden Inten Ditekankan Edukatif dan Humanis

×

Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 Kodam XXI/Raden Inten Ditekankan Edukatif dan Humanis

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026 resmi digelar di jajaran Kodam XXI/Raden Inten. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga disiplin internal sekaligus memastikan seluruh prajurit dan PNS TNI tetap berada pada jalur hukum yang berlaku.

Mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”, operasi tahun ini diarahkan tidak semata pada penindakan, tetapi juga pembinaan yang bersifat preventif dan edukatif. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran hukum yang lebih kuat di kalangan prajurit.

Panglima TNI Agus Subiyanto melalui Kasdam XXI/Raden Inten Brigjen TNI Andrian Susanto menegaskan bahwa operasi ini merupakan kelanjutan dari langkah sistematis dalam mencegah sekaligus menindak setiap bentuk pelanggaran di lingkungan TNI.

“Tema yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan pedoman moral dan profesional yang harus dipegang teguh seluruh prajurit dalam menjaga kehormatan diri maupun institusi,” ujar Brigjen TNI Andrian Susanto saat membacakan amanat Panglima TNI.

Tren Pelanggaran Menurun

Dalam evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, tercatat adanya penurunan angka pelanggaran. Operasi Gaktib mengalami penurunan dari ratusan kasus pada 2024 menjadi lebih rendah pada 2025. Sementara itu, Operasi Yustisi juga menunjukkan tren serupa dengan berkurangnya jumlah perkara yang ditangani.

Meski demikian, Panglima TNI mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri. Tantangan ke depan dinilai semakin kompleks, terutama terkait perkembangan teknologi informasi.

Sorotan utama tertuju pada potensi pelanggaran di ruang digital, termasuk penyalahgunaan media sosial serta tindak kejahatan siber yang dapat berdampak pada citra institusi.

“Optimalisasi sarana dan prasarana teknologi informasi menjadi kebutuhan mendesak agar proses penanganan perkara berjalan cepat, transparan, dan akuntabel,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Perkuat Profesionalisme Polisi Militer

Operasi ini juga menekankan penguatan kapasitas Polisi Militer dalam mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini. Deteksi awal dan respons cepat menjadi strategi utama untuk mencegah kasus berkembang lebih luas.

Selain itu, prajurit diingatkan untuk selalu memegang teguh Sumpah Prajurit dan Sapta Marga sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga soliditas serta menghindari sikap arogan di tengah masyarakat.

Sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya turut menjadi perhatian. Kerja sama lintas institusi diharapkan mampu meminimalisir potensi gesekan sekaligus memperkuat penegakan hukum yang profesional dan terukur.

Melalui pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi 2026, jajaran Kodam XXI/Raden Inten menargetkan terciptanya prajurit yang semakin disiplin, adaptif, dan responsif terhadap dinamika zaman.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi dan modernisasi TNI agar tetap relevan serta dipercaya masyarakat dalam mengawal kedaulatan dan pembangunan nasional menuju Indonesia Maju. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *