LAMPUNG, BANDAR LAMPUNG , LAMPUNG17.COM (SMSI) – Polemik pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Lampung 2026 masih menjadi sorotan publik. Menanggapi berbagai keluhan yang muncul, pihak panitia akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus meminta agar pemberitaan dilakukan secara berimbang.
Perwakilan panitia, Decky Octoria, menyampaikan bahwa sejumlah informasi yang beredar dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menegaskan pentingnya konfirmasi kepada pihak penyelenggara sebelum informasi dipublikasikan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Harapannya, setiap informasi yang disampaikan dapat melalui proses konfirmasi terlebih dahulu, sehingga pemberitaan menjadi berimbang dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Terkait keluhan peserta mengenai belum diterimanya medali usai perlombaan, Decky memastikan bahwa proses distribusi saat ini telah berjalan dan mulai dikirimkan kepada para peserta.
Menurutnya, pengiriman medali dilakukan secara bertahap, baik untuk peserta yang berasal dari Bandar Lampung maupun luar daerah.
“Per hari ini, medali sudah mulai kami distribusikan kepada seluruh peserta,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga membantah adanya persoalan dalam pembayaran honor bagi wasit dan juri. Ia menegaskan bahwa seluruh kewajiban panitia telah diselesaikan sesuai ketentuan.
“Tidak ada kendala terkait honor. Semua sudah kami bayarkan,” tegasnya.
Sebelumnya, pelaksanaan Kejurda yang digelar di Kolam Renang Pahoman pada 11–12 April 2026 menuai kritik dari sejumlah peserta dan orang tua. Keluhan muncul terutama dari kategori Fun Swimming, di mana sebagian peserta disebut belum menerima medali hingga kegiatan berakhir.
Padahal, setiap peserta telah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp85.000 per nomor yang mencakup fasilitas medali dan sertifikat.
Kekecewaan pun sempat mencuat, terutama dari orang tua yang menyebut anak mereka tidak memperoleh medali meski mengikuti lebih dari satu nomor perlombaan.
Di sisi lain, beredar pula isu mengenai dugaan ketidakteraturan dalam pengelolaan honor juri dan panitia yang turut memperkuat sorotan terhadap penyelenggaraan ajang tersebut.
Panitia sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi medali. Klarifikasi terbaru ini menjadi penegasan bahwa pihak penyelenggara mengklaim berbagai persoalan yang muncul telah ditindaklanjuti. (Red)













