LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Suasana kebersamaan pasca Ramadan dan Idulfitri terasa kental dalam gelaran Justice Run 2026 yang berlangsung meriah di Provinsi Lampung, Minggu (5/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah silaturahmi sekaligus kampanye gaya hidup sehat bagi masyarakat.
Event lari yang diinisiasi oleh Partai Keadilan Sejahtera Lampung tersebut berhasil menarik antusiasme sekitar seribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota. Para peserta datang dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas pelari hingga masyarakat umum yang ingin merasakan semangat olahraga bersama setelah libur panjang Lebaran.
Dalam pelaksanaannya, Justice Run 2026 menghadirkan dua kategori lomba, yakni lari jarak 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Kedua kategori ini dirancang untuk menjangkau berbagai tingkat kemampuan peserta, baik pemula maupun pelari berpengalaman.
Ketua PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiatif komunitas pelari yang ingin kembali aktif berolahraga setelah menjalani masa libur Lebaran.
“Momentum setelah Lebaran ini kami manfaatkan untuk mengajak masyarakat kembali bergerak. Istilahnya, ‘membakar’ makanan khas Lebaran seperti rendang dan opor dengan cara yang sehat, yaitu melalui olahraga lari,” ujarnya.

Ia menambahkan, Justice Run bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat kolektif masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun PKS yang jatuh pada bulan April, sehingga menambah makna tersendiri dalam pelaksanaannya.
Menurut Ade, nilai keadilan yang diusung dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi masyarakat untuk terus memperjuangkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan bahwa perjuangan menegakkan keadilan membutuhkan konsistensi, semangat, dan kerja sama, sama seperti dalam berlari,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai Justice Run menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan olahraga dapat dikolaborasikan dengan nilai sosial yang positif.
“Keadilan adalah hak seluruh masyarakat dan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kegiatan seperti ini menjadi ruang publik yang sehat, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga sosial,” ujar Mirza.
Ia juga menekankan bahwa filosofi dalam olahraga lari selaras dengan proses pembangunan daerah yang membutuhkan ketahanan, arah yang jelas, serta komitmen jangka panjang. Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, terus berupaya mewujudkan pembangunan yang merata, termasuk melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan sebagai bagian dari keadilan bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas olahraga publik guna mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
“Ke depan, kami ingin semakin banyak ruang olahraga yang bisa diakses masyarakat, sehingga gaya hidup sehat bisa menjadi bagian dari keseharian,” tambahnya.
Tak hanya lomba lari, Justice Run 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan dan pembagian door prize menarik. Panitia menyediakan beragam hadiah, mulai dari tiga paket umroh, sepeda motor, hingga hadiah lainnya yang menambah semangat para peserta.
Salah satu peserta kategori 10K, Amel, warga Way Kanan, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai Justice Run menjadi ajang yang tepat untuk kembali aktif berolahraga setelah menikmati libur Lebaran.
“Senang sekali bisa ikut event ini. Selain menantang diri di jarak 10K, suasananya juga ramai dan penuh semangat. Ini jadi motivasi saya untuk lebih rutin berolahraga ke depannya,” ungkapnya.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan semangat yang ditunjukkan para peserta, Justice Run 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempromosikan olahraga, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di Provinsi Lampung. (Red)













