LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Umum Dusun Warung Gunung, Desa Karang Sari, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu malam, 5 April 2026, sekitar pukul 19.30 WIB. Sebuah truk lowbed diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman hingga menabrak sejumlah kendaraan dan sebuah rumah warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan ini melibatkan truk lowbed BE 8425 Y, sepeda motor Yamaha Vixion B 3076 KVX, serta mobil penumpang Toyota Sigra BE 1796 ABB. Selain itu, satu unit rumah milik warga bernama Muhrodin turut mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara, truk diketahui melaju dari arah Desa Jatimulyo menuju Karang Anyar. Saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan oleh pengemudi.
Dalam kondisi tidak terkendali, truk kemudian menabrak sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Tidak berhenti di situ, truk juga menghantam mobil Toyota Sigra yang keluar dari gang di sekitar lokasi sebelum akhirnya menabrak rumah warga.
Sehari setelah kejadian, Senin 6 April 2026, kondisi di lokasi masih terlihat rusak. Bagian rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada area depan yang digunakan sebagai tempat usaha.

Pemilik rumah, Muhrodin, mengaku tidak mengetahui secara langsung kronologi kejadian lantaran saat peristiwa terjadi dirinya sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat. Ia baru mengetahui kejadian setelah pulang dan mendapati kondisi rumahnya telah rusak.
“ Saya posisi lagi di masjid, lagi sholat. Tahu-tahu pulang sudah ramai dan kondisinya sudah seperti ini, jadi saya tidak melihat langsung kejadiannya. Dari keterangan warga, truk itu sudah oleng dari jauh, jalannya ke kanan terus dan banyak yang teriak. Diduga sopirnya dalam kondisi tidak normal. Pas di sini langsung menabrak, motor kena, mobil juga kena. Kernetnya dibawa ke rumah sakit, sementara sopirnya melarikan diri,” ujar Muhrodin.
Akibat kejadian ini, tidak ada korban jiwa. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan. Korban luka telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat.
Kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai sekitar Rp130 juta berdasarkan data awal. Namun, pihak pemilik rumah memperkirakan total kerugian bisa mencapai Rp500 juta karena bangunan yang terdampak digunakan untuk usaha sembako.
Hingga kini, pihak korban masih menunggu itikad baik dan tanggung jawab dari pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kerusakan rem pada kendaraan truk.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (Red)













