Bandar LampungLampung17.comMBGPemerintah Kota Bandar LampungPemerintah Provinsi LampungProgram Pemerintah RI

MBG di SDN 2 Sukarame Terhenti, Sekolah Tunggu Kepastian Dapur Baru

×

MBG di SDN 2 Sukarame Terhenti, Sekolah Tunggu Kepastian Dapur Baru

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Sukarame, Kota Bandar Lampung, hingga kini belum kembali berjalan sejak memasuki Januari 2026. Sekolah yang sempat menjadi salah satu penerima awal program tersebut kini masih menunggu kepastian operasional dari dapur pengganti.

Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadstuty, menjelaskan bahwa sekolahnya mulai menerima MBG pada 14 April 2025. Saat itu, dapur penyedia berasal dari SPPG Sukarame 1 atau Dapur Ombai yang lokasinya berdekatan dengan sekolah.

“Di Bandar Lampung, sekolah kami termasuk yang pertama menerima program MBG pada 14 April 2025. Saat itu dapurnya dari SPPG Sukarame 1 dan jaraknya cukup dekat dari sekolah,” ujar Erdi.

Namun memasuki awal semester 2026, program tersebut tidak lagi berjalan. Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, salah satu penyebabnya adalah pengurangan jumlah ompreng atau alat makan dari sekitar 5.000 menjadi 3.000 per dapur.

“Kami mendapat informasi ada pengurangan ompreng per dapur. Dampaknya tentu pada penyesuaian jumlah penerima, mulai dari TK sampai SMA,” jelasnya.

Erdi mengaku sudah dua kali melakukan konfirmasi kepada pihak dapur sebelumnya. Meski memahami bahwa kebijakan tersebut merupakan keputusan pemerintah pusat, pihak sekolah menyayangkan proses perizinan dapur yang belum tuntas sejak awal.

Pada akhir Januari 2026, sekolah mendapat informasi adanya dapur pengganti yakni SPPG Muhammadiyah 3 di sekitar Lapangan Way Dadi. Pihak dapur baru juga telah melakukan pendataan ulang jumlah siswa dan guru.

“Hingga sekarang kami masih menunggu kepastian operasionalnya. Apakah sebelum puasa atau setelah Lebaran, kami belum bisa memastikan,” kata Erdi.

Diketahui, SDN 2 Sukarame memiliki 480 siswa dengan 31 tenaga pendidik dan petugas sekolah. Selama program berjalan, MBG dinilai sangat membantu kebutuhan gizi peserta didik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *