Bandar LampungLampung17.com

Komplotan Emak-Emak Diduga Gasak Emas Rp60 Juta di Bandar Lampung, Polisi Buru Pelaku

×

Komplotan Emak-Emak Diduga Gasak Emas Rp60 Juta di Bandar Lampung, Polisi Buru Pelaku

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Aksi pencurian dengan modus berpura-pura menjadi pembeli terjadi di sebuah toko emas di Kota Bandar Lampung. Komplotan yang diduga terdiri dari beberapa perempuan berhasil membawa kabur tiga perhiasan emas dengan total berat 26 gram senilai sekitar Rp60 juta.

Peristiwa tersebut terjadi di Toko Emas Murni, kawasan Pasar Cimeng, Jalan Laksamana Malahayati, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, pada akhir Juni 2026. Kasus ini baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada Minggu (26/7/2026).

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, membenarkan laporan tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

“Benar, anggota sudah melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Korban berinisial DR baru menyadari kehilangan saat melakukan pengecekan stok perhiasan menjelang toko tutup. Setelah menghitung ulang seluruh barang dagangan, diketahui tiga perhiasan emas dengan total berat 26 gram sudah tidak berada di dalam etalase.

Menyadari adanya kejanggalan, korban bersama rekan kerjanya kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari hasil rekaman tersebut, pelaku diduga menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi calon pembeli.

Saat itu, para pelaku meminta penjaga toko memperlihatkan beberapa model perhiasan sambil menanyakan harga. Ketika perhatian penjaga teralihkan, mereka diduga mengambil sejumlah perhiasan tanpa diketahui, kemudian meninggalkan toko tanpa melakukan transaksi.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Polresta Bandar Lampung kini telah mengamankan rekaman CCTV sebagai barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga tengah mengidentifikasi para pelaku yang diduga beraksi secara berkelompok.

Pihak kepolisian mengimbau para pelaku usaha, khususnya pemilik toko emas dan toko perhiasan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melayani pelanggan. Pengawasan terhadap barang dagangan dan pemanfaatan sistem keamanan seperti CCTV diharapkan dapat meminimalkan risiko terjadinya tindak kriminal serupa. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *