BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung terus mengintensifkan distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Sepanjang Juli 2026, sedikitnya 25 mobil tangki air bersih telah disalurkan ke berbagai wilayah yang mengalami krisis air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau.
“Satu unit mobil tangki mampu mengangkut sekitar 5.000 liter air bersih. Saat ini kami mengoperasikan empat armada tangki untuk melayani permintaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Idham, setiap proses pengiriman membutuhkan waktu sekitar tiga jam, mulai dari pengisian hingga penyaluran ke lokasi tujuan. Dengan armada yang tersedia, BPBD mampu melayani sekitar 12 hingga 15 titik distribusi dalam satu hari.
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat mengajukan permohonan melalui aparatur wilayah, seperti ketua RT, RW, atau lurah. Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan secara resmi kepada BPBD agar bantuan air bersih dapat segera dikirim.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan hanya untuk kebutuhan pokok. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung yang berpotensi mengalami kekeringan meliputi Kecamatan Panjang, Sukabumi, Telukbetung Timur, Telukbetung Barat, Kemiling, Rajabasa, dan Kedamaian.
Untuk mengantisipasi meningkatnya dampak kekeringan, seluruh personel BPBD disiagakan selama 24 jam guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar serta kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghemat penggunaan air selama musim kemarau, sehingga ketersediaan air bersih dapat dimanfaatkan secara optimal hingga kondisi cuaca kembali normal. (Red)













