Bandar LampungLampungLampung17.com

Kemarau Mulai Berdampak di Lampung, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

×

Kemarau Mulai Berdampak di Lampung, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Musim kemarau yang mulai melanda Provinsi Lampung mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sedikitnya 600 warga atau sekitar 150 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari mengering.

Salah satu wilayah terdampak berada di Perumahan Alam Asri, RT 01, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut dilaporkan setelah sumur warga tidak lagi mampu memasok kebutuhan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Muhammad Fareza Revanza, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menerima enam laporan kejadian kekeringan selama musim kemarau 2026.

Empat laporan di antaranya berkaitan dengan gangguan layanan distribusi air bersih dari PDAM, sedangkan dua laporan lainnya disebabkan sumur warga yang mengering akibat minimnya curah hujan.

“Untuk saat ini ada enam laporan kekeringan. Empat laporan berkaitan dengan gangguan teknis layanan PDAM, sedangkan dua laporan lainnya disebabkan sumur warga mengering,” kata Fareza, Rabu (29/7/2026).

Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat terjadi di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, pada awal Juni lalu. Saat itu, empat kepala keluarga atau 14 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat sumur mengering yang diperparah terganggunya pasokan air.

Meski laporan resmi baru berasal dari Kota Bandar Lampung, BPBD menyebut penurunan debit air sumur mulai terjadi di sejumlah daerah lain di Provinsi Lampung. Namun, karena kondisinya belum sepenuhnya mengering, masyarakat belum banyak menyampaikan laporan resmi.

BPBD mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi meluas ke hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), sebagian besar wilayah memiliki tingkat kerawanan kekeringan pada kategori sedang hingga tinggi.

Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026, sehingga masyarakat diminta mulai mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih dengan menggunakan air secara bijak dan menghemat pemakaian sehari-hari.

BPBD juga mengimbau masyarakat segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Hampir seluruh wilayah Lampung berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau kali ini. Karena itu kami mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan apabila debit sumur terus menurun,” pungkas Fareza. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *