BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kecamatan Tanjungkarang Timur meminta PT KAI Divre IV Tanjungkarang melakukan pembenahan serius terhadap pengelolaan lingkungan di area Depo Lokomotif Tanjungkarang menyusul keluhan warga RT 13 Kelurahan Sawah Brebes terkait dugaan pencemaran saluran drainase dan sumur warga.
Camat Tanjungkarang Timur, Dedi Saputra, mengatakan pihak kecamatan bersama aparatur Kelurahan Sawah Brebes sebelumnya telah bertemu langsung dengan manajemen PT KAI guna menyampaikan keresahan masyarakat.
“Alhamdulillah pihak KAI cukup kooperatif dan menerima keluhan warga, khususnya dari RT 13 Kelurahan Sawah Brebes,” ujar Dedi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, tim dari PT KAI bersama aparatur kelurahan juga telah turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan kondisi drainase serta mengambil sampel air sumur warga yang sebelumnya dikeluhkan tercemar dan berbau minyak.
Dedi menjelaskan, berdasarkan keterangan dari pihak KAI, tidak ditemukan adanya kebocoran pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Material berminyak yang ditemukan di saluran drainase disebut merupakan residu lama yang terbawa aliran air hujan dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, residu berminyak yang masuk hingga ke area permukiman dianggap menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengawasan serta pengelolaan limbah di sekitar depo lokomotif.
Apalagi, keluhan serupa disebut bukan kali pertama terjadi. Warga sebelumnya telah beberapa kali menyampaikan aduan terkait drainase yang dipenuhi oli dan minyak, namun dinilai belum mendapatkan penanganan yang benar-benar menyelesaikan persoalan.
“Pada prinsipnya kami dari pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi jembatan antara warga dan PT KAI. Harapan kami kejadian seperti ini tidak kembali terulang dan tidak lagi menimbulkan keresahan masyarakat,” tegasnya.

Selain melakukan pengecekan lapangan, pihak PT KAI juga disebut telah memberikan sosialisasi kepada warga terkait kondisi yang terjadi di area sekitar depo lokomotif.
Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menjelaskan bahwa cairan yang ditemukan di saluran drainase merupakan residu bahan bakar minyak (BBM) lama yang mengendap di area jalur kereta api dan terbawa arus hujan akibat tingginya intensitas curah hujan di Bandar Lampung.
“Kami memastikan material cairan tersebut merupakan residu lama yang terbawa aliran air hujan dengan debit tinggi, bukan berasal dari kebocoran baru. Penanganan cepat juga sudah dilakukan,” ujar Azhar.
PT KAI juga memastikan seluruh sistem penyimpanan dan distribusi BBM di area depo berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Sebagai langkah penanganan, KAI mengaku telah melakukan normalisasi drainase, penyisiran di sepanjang jalur kereta, serta meningkatkan frekuensi inspeksi pada titik-titik yang rawan genangan maupun akumulasi residu.
Meski pihak KAI menyatakan kondisi sudah terkendali, warga tetap berharap adanya langkah konkret dan pengawasan yang lebih ketat agar residu berminyak tidak kembali mencemari lingkungan permukiman di sekitar depo lokomotif.













