LampungLampung17.comPolda Lampung

Kapolda Lampung Pantau Udara Dugaan Pembalakan Liar di Pesisir Barat

×

Kapolda Lampung Pantau Udara Dugaan Pembalakan Liar di Pesisir Barat

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter untuk melihat langsung kondisi hutan di kawasan perbukitan Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Minggu 7 Desember 2025. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti maraknya laporan dan perbincangan publik terkait dugaan pembalakan liar yang belakangan ramai di media sosial.

Dari udara, Kapolda bersama jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) dan Direktorat Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda Lampung melihat jelas perubahan bentang alam di wilayah tersebut. Sejumlah area yang sebelumnya dikenal sebagai hutan hujan tropis lebat tampak tidak lagi utuh. Terdapat area-area terbuka yang cukup luas, menunjukkan indikasi kuat aktivitas penebangan pohon secara ilegal.

Sejumlah lereng bukit tampak gundul, memperlihatkan warna tanah cokelat kemerahan yang kontras dengan vegetasi alami di sekelilingnya. Kondisi tersebut menunjukkan hilangnya pepohonan besar yang diduga diambil kayunya. Tidak hanya itu, tampak pula jalur tanah merah menyerupai jalan setapak yang membelah kawasan hutan. Jalur itu diduga kuat menjadi akses keluar-masuk kendaraan pengangkut hasil pembalakan liar.

Kerusakan lingkungan terlihat semakin jelas dengan adanya tanda-tanda erosi dan longsoran kecil di beberapa titik. Hilangnya tutupan vegetasi membuat struktur tanah menjadi tidak stabil, sehingga meningkatkan risiko longsor dan bencana lainnya saat musim hujan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa penyelidikan sedang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tingkat kerusakan, pola kegiatan, dan pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Di wilayah Pesisir Barat kita sudah melakukan pengecekan dan sudah mendapatkan fakta-fakta, di antaranya keterangan-keterangan sementara. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk memastikan betul atau tidaknya,” ujarnya.

Helfi menyampaikan, semua pihak yang diduga terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Ia menegaskan bahwa penyidik tidak ingin mengambil langkah tergesa-gesa tanpa bukti yang kuat.

“Saat ini kita belum bisa menentukan apa pun, karena kita membutuhkan bukti real. Dokumen-dokumen itu harus jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Kapolda menambahkan, jajaran Polda Lampung telah bergerak cepat sejak informasi awal diterima, termasuk melakukan pengecekan langsung menggunakan pesawat dan helikopter untuk menentukan titik-titik dugaan penebangan ilegal.

“Kami upayakan pengecekan lokasi dugaan pembalakan menggunakan pesawat dan helikopter. Dari situ terlihat titik-titiknya, kita sudah cek koordinatnya, dan selanjutnya akan dilakukan pendalaman,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pembalakan liar bukan hanya merusak ekosistem, tetapi juga dapat memicu bencana seperti longsor dan banjir bandang yang berdampak langsung pada masyarakat. Penyelidikan dipastikan terus berlanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *