BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, kembali mengingatkan pentingnya membangun budaya literasi di tengah derasnya arus informasi dan distraksi digital yang semakin memengaruhi cara berpikir masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui gagasan bertajuk “Ilusi Memahami Dunia”, Thomas Amirico menilai kemajuan teknologi saat ini justru sering membuat seseorang merasa paling tahu, padahal hanya memahami permukaan informasi tanpa proses berpikir yang mendalam.
“Di era digital, semua informasi begitu mudah diakses. Tapi yang menjadi tantangan besar hari ini adalah banyak orang merasa memahami dunia hanya karena melihat potongan informasi di media sosial. Padahal memahami itu butuh membaca, berpikir, berdiskusi, dan proses panjang,” ujar Thomas Amirico.
Menurutnya, rendahnya minat baca dan budaya literasi menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis dan karakter.
“Kita sedang menghadapi era yang terlalu cepat. Anak-anak dibanjiri informasi setiap detik, namun tidak semuanya mampu menyaring mana pengetahuan dan mana sekadar hiburan sesaat. Di sinilah pentingnya literasi modern,” tegas mantan Sekretaris DPRD Lampung Selatan itu.
Thomas juga menyoroti fenomena masyarakat yang mudah terprovokasi oleh opini dan informasi viral tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi cara berpikir masyarakat apabila tidak diimbangi kemampuan literasi yang baik.
Karena itu, ia mengajak dunia pendidikan untuk lebih aktif membangun ruang belajar yang mendorong nalar, diskusi, dan kebiasaan membaca sejak dini.
“Sekolah harus menjadi tempat lahirnya manusia yang mampu berpikir, bukan sekadar menghafal. Karena tantangan masa depan bukan siapa yang paling cepat menerima informasi, tapi siapa yang paling bijak memahami informasi,” katanya.
Thomas berharap semangat literasi tidak hanya menjadi slogan, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari sekolah, keluarga, hingga lingkungan masyarakat.
Menurutnya, penguatan budaya membaca dan berpikir kritis menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman dengan pemikiran matang serta karakter yang kuat.
Dengan pesan tersebut, Thomas Amirico mengajak generasi muda Lampung untuk tidak terjebak dalam “ilusi memahami dunia”, tetapi terus belajar, membaca, dan memperluas wawasan agar mampu menyikapi perkembangan informasi secara bijak dan bertanggung jawab. (Red)













