LAMPUNG TENGAH, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Warga Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, dikejutkan dengan temuan kerangka manusia di area perkebunan pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Informasi awal mengenai kejadian ini ramai setelah diunggah oleh akun Facebook MarawaTV. Dalam video yang beredar, terlihat aparat kepolisian berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Di sekitar kerangka, petugas menemukan kartu tanda penduduk (KTP) yang diduga berkaitan dengan korban.
Identitas pada KTP tersebut tercatat atas nama Novembri, kelahiran tahun 2001, warga Desa Koto Kaciak, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Meski demikian, kepolisian belum memastikan secara resmi bahwa kerangka tersebut adalah pemilik identitas yang tertera pada KTP.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, membenarkan adanya penemuan kerangka manusia tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses identifikasi masih berlangsung dan membutuhkan pemeriksaan ilmiah lebih lanjut.
“Masih dalam tahap autopsi dan pendalaman. KTP memang ditemukan di lokasi, namun untuk memastikan identitas korban kami menunggu hasil pemeriksaan forensik,” ujar Kapolres, Senin (16/2/2026).

Kerangka manusia itu telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung guna dilakukan autopsi. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kematian sekaligus mencocokkan identitas korban secara lebih akurat melalui metode forensik.
Polres Lampung Tengah juga telah menjalin koordinasi dengan Polres Pasaman guna menelusuri data kependudukan serta mencoba menghubungi keluarga yang namanya tercantum dalam KTP tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi lintas wilayah dan berupaya menghubungi pihak keluarga untuk memastikan kebenaran identitas,” tambahnya.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, kerangka ditemukan dalam posisi terlentang di dekat rumpun bambu. Saat ditemukan, masih tampak pakaian berupa jaket berwarna gelap dan celana panjang yang melekat pada kerangka.
Tim Satreskrim bersama Inafis Polres Lampung Tengah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi untuk mengamankan area. Aparat juga mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi demi menjaga keutuhan barang bukti.
Hingga saat ini, penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Kepolisian meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi dan menunggu hasil resmi dari proses autopsi serta identifikasi yang sedang berjalan.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, seiring beredarnya informasi di media sosial yang memicu berbagai tanggapan dari warganet. Polisi memastikan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. (Red)













