BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Peristiwa nahas terjadi di kawasan wisata Wira Garden, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, pada Rabu siang. Dua orang mahasiswi dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Batu Putu yang tiba-tiba mengalami peningkatan debit air secara drastis. Hingga malam hari, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian secara intensif di sepanjang aliran sungai.
Kejadian bermula sekitar pukul 13.05 WIB, saat empat mahasiswi tengah beraktivitas di aliran sungai. Secara tiba-tiba debit air meningkat dan menyeret keempat korban. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya terbawa arus deras dan hingga kini belum ditemukan.
Kantor Basarnas Lampung menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 13.15 WIB dari rekan korban. Tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 32 kilometer. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan koordinasi dan asesmen sebelum memulai proses pencarian.
Operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU. Penyisiran difokuskan di sejumlah titik strategis mulai dari Jembatan Sumur Putri, Jembatan PLTD, Jembatan Beton Teluk, hingga Jembatan Kota Karang dengan radius pencarian sekitar satu setengah kilometer dari lokasi kejadian.
Pencarian melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas, BPBD Kota Bandar Lampung, Damkarmat, Polresta Bandar Lampung, PMI, Forum Rescue Relawan Lampung, serta masyarakat setempat.
Komandan tim rescue, Santosa, menyampaikan bahwa kondisi arus sungai menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Ia mengatakan, “Arus sungai masih cukup deras sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran, ditambah adanya hujan ringan di wilayah hulu yang turut memengaruhi debit air.”

Hingga Rabu malam pukul 19.33 WIB, pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi dan akan melanjutkan kembali pada Kamis pagi.
Santosa juga menambahkan, “Meski operasi dihentikan sementara, kami tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik bendungan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh.”
Ia turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat cuaca tidak menentu karena debit air bisa meningkat secara tiba-tiba,” ujarnya.
Dua korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Bunga, warga Kampung Baru Unila, dan Fatmawati, warga Darul Hufas, Kabupaten Pesawaran. Sementara dua korban selamat adalah Rika Yolanda dan Damayanti.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan mengerahkan peralatan seperti perahu karet, alat selam, serta peralatan deteksi bawah air guna mempercepat proses pencarian korban. (Red)













