Bandar LampungLampungLampung17.comperistiwa

Dua Mahasiswa Unila Hanyut di Wira Garden Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Pulau Pasaran

×

Dua Mahasiswa Unila Hanyut di Wira Garden Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Pulau Pasaran

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Setelah dilakukan pencarian intensif sejak Rabu malam, dua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang dilaporkan hanyut terbawa arus akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi. Kedua korban ditemukan di perairan sekitar Pulau Pasaran, Teluk Betung Timur.

Peristiwa nahas ini bermula saat kedua mahasiswa tersebut tengah berwisata di Taman Wisata Wira Garden pada Rabu siang. Berdasarkan keterangan dari Basarnas Lampung, korban diduga hanyut setelah tersapu arus deras yang dipicu oleh banjir bandang di aliran sungai kawasan tersebut.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat langsung melakukan pencarian sejak laporan diterima. Pencarian dilakukan secara menyeluruh di sekitar lokasi kejadian, kemudian diperluas ke lima titik berbeda hingga menjangkau wilayah perairan Pulau Pasaran di Teluk Betung Timur.

Sekitar pukul 11.00 WIB, salah seorang warga bernama Herman mengaku menjadi orang pertama yang menemukan salah satu korban. Ia melihat tubuh korban berada di tengah laut sebelum akhirnya dilakukan evakuasi bersama warga lainnya.

“Saya lihat ada tubuh mengapung di tengah laut, kemudian kami dekati dan langsung kami evakuasi ke pinggir,” ujar Herman.

Sementara itu, Camat Teluk Betung Timur, Bambang, menyampaikan bahwa kedua korban ditemukan tidak jauh dari kawasan Pulau Pasaran. Salah satu korban bahkan ditemukan dalam kondisi tersangkut pada alat milik nelayan setempat.

“Korban ditemukan tidak jauh dari Pulau Pasaran. Salah satunya tersangkut alat nelayan, lalu langsung kami bantu evakuasi ke pinggir untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Bambang.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, kedua jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut serta proses identifikasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya alam, terutama saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang memiliki aliran sungai, terlebih di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *