BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menekankan pentingnya menjaga kualitas dan higienitas makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul insiden keracunan yang dialami ratusan warga sekolah di SMAN 6 Bandar Lampung.
Sebanyak 172 orang yang terdiri dari 147 siswa dan 25 guru dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makan siang gratis pada Rabu, 22 April 2026. Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Thomas menyampaikan, pihak sekolah harus memperkuat koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, kualitas, serta keamanan konsumsi.
“Kualitas makanan harus dijaga, higienis dan fresh. SOP juga harus benar-benar dijalankan sehingga kejadian ini tidak terulang,” ujarnya usai menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Lampung, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh kepala sekolah diminta aktif berkoordinasi dengan pihak SPPG, baik dalam penyusunan menu maupun proses pengolahan makanan, agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Meski jumlah korban cukup banyak, Thomas memastikan tidak ada siswa maupun guru yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan dan kondisinya berangsur membaik.
“Memang ada yang mengalami mual dan muntah, tetapi setelah diperiksa tidak ada yang sampai dirawat,” jelasnya.
Menurutnya, kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan program MBG ke depan agar lebih ketat dalam pengawasan, khususnya dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP).
Ia menegaskan, ke depan tidak boleh lagi terjadi insiden serupa, dan seluruh pihak harus memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman, higienis, dan berkualitas.
Sementara itu, pelaksanaan program MBG di Lampung disebut sudah menjangkau hampir seluruh sekolah tingkat SMA sederajat, meski masih ada sebagian kecil wilayah yang dalam tahap proses.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur SPPG Way Lunik di Bandar Lampung melalui surat resmi tertanggal 23 April 2026.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk respons cepat sekaligus upaya evaluasi guna memastikan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga ke depannya. (Red)













