BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17 (SMSI) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau dan paparan cuaca panas. Meski kondisi cuaca saat ini masih tergolong berisiko rendah, udara yang lebih kering dan paparan sinar matahari tetap berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan suhu rata-rata di Bandar Lampung saat ini berkisar antara 25,9 hingga 26,4 derajat Celsius. Namun, durasi penyinaran matahari yang mencapai sekitar 4,2 jam per hari selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan pernapasan apabila masyarakat tidak menerapkan langkah pencegahan.
“Walaupun indikator risiko cuaca masih berada pada kategori rendah, masyarakat tetap harus waspada terhadap paparan panas dan kondisi udara yang lebih kering,” ujar Muhtadi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi, heat exhaustion atau kelelahan akibat panas, serta memperbesar risiko munculnya penyakit saluran pernapasan dan gangguan pencernaan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman saat beraktivitas di luar ruangan, serta menghindari aktivitas fisik berat pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Selain itu, Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan dan minuman dengan memastikan makanan dimasak hingga matang serta menggunakan air yang aman dikonsumsi. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan untuk mengurangi paparan debu yang meningkat saat musim kemarau.
Muhtadi menjelaskan, udara yang kering dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan sehingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia. Sementara itu, suhu panas juga mempercepat pertumbuhan bakteri pada makanan dan air yang berpotensi memicu penyakit seperti diare akut maupun demam tifoid.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kota Bandar Lampung pada Minggu ke-28 Tahun 2026, Dinkes mencatat terdapat 55 kasus pneumonia, meningkat sekitar 48,6 persen dibandingkan empat pekan sebelumnya.
Selain itu, kasus suspek demam tifoid juga mengalami kenaikan menjadi 191 kasus atau meningkat sekitar 12,4 persen. Sementara kasus ISPA tercatat sebanyak 2.335 kasus, diare akut 319 kasus, dan influenza-like illness (ILI) sebanyak empat kasus, yang seluruhnya masih menunjukkan tren relatif stabil.
Muhtadi mengatakan data tersebut merupakan hasil pelaporan dari seluruh puskesmas dan rumah sakit jejaring di Kota Bandar Lampung. Ia mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, diare berkepanjangan, atau tanda-tanda dehidrasi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (Red)













