BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Hujan deras yang mengguyur Bandar Lampung sejak Selasa sore menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Tingginya intensitas hujan membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke jalan protokol dan permukiman warga.
Beberapa kecamatan yang terdampak cukup parah di antaranya Kedamaian, Way Halim, dan Kedaton. Genangan air yang cukup tinggi menghambat aktivitas masyarakat serta memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan utama.
Sejumlah jalan protokol yang terdampak di antaranya Jalan Sultan Agung, Teuku Umar, Yos Sudarso, dan Antasari. Kendaraan terpaksa melambat bahkan berhenti akibat tingginya genangan air yang menutup badan jalan.
Wali Kota Eva Dwiana turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir. Dalam peninjauan tersebut, pemerintah kota melakukan pendataan sekaligus memitigasi penyebab banjir serta melakukan langkah penanganan di lapangan.
“Pemerintah langsung bergerak melakukan pendataan dan penanganan di titik-titik terdampak banjir,” ujar Eva Dwiana.

Bencana banjir kali ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga di wilayah Garuntang dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya diterjang arus air yang cukup deras. Meski sempat dilakukan upaya evakuasi, korban tidak berhasil diselamatkan.
Sementara itu, warga setempat, Budi Ardianto, mengungkapkan bahwa arus air datang secara tiba-tiba dan cukup deras sehingga warga tidak sempat menyelamatkan barang maupun diri.
“Air datang sangat cepat dan langsung masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara dari pemerintah kota, sedikitnya terdapat 20 titik banjir yang tersebar di sejumlah wilayah di Bandar Lampung akibat hujan deras yang terjadi sejak sore hari. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (Red)













