BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata kuliner, termasuk di Kota Bandar Lampung. Sejumlah restoran yang menyajikan makanan khas daerah menjadi primadona dan dipadati pengunjung dari berbagai wilayah. Bahkan dalam satu hari, pihak restoran mampu melayani ratusan tamu yang datang silih berganti.
Salah satu restoran makanan tradisional di Bandar Lampung tampak ramai sejak siang hingga malam hari. Para pengunjung memenuhi setiap meja yang tersedia, baik bersama keluarga maupun rombongan, untuk menikmati beragam hidangan khas Lampung. Suasana hangat dan penuh kebersamaan begitu terasa di tengah momen liburan tersebut.
Menu andalan yang paling banyak diburu adalah Sambal Seruit. Hidangan khas Lampung ini dikenal memiliki cita rasa unik yang menggugah selera. Sambal seruit merupakan perpaduan cabai, terasi, serta rampai yang disajikan bersama aneka lauk seperti ikan bakar atau goreng, serta lalapan segar. Cara penyajiannya yang dinikmati bersama-sama dalam satu wadah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Salah seorang pengunjung, Okta, mengaku baru pertama kali mencicipi sambal seruit. Meski begitu, ia langsung jatuh hati dengan cita rasanya yang khas.

“Saya baru pertama kali coba seruit, rasanya unik banget, pedasnya pas dan beda dari sambal yang biasa saya makan. Jadi pengen nambah lagi,” ujar Okta.
Tak hanya pengunjung lokal, restoran tersebut juga dipadati wisatawan dari luar daerah. Banyak di antaranya datang dari kota-kota besar seperti Palembang hingga Jakarta, yang sengaja berburu kuliner khas saat menghabiskan libur Lebaran di Lampung.
Pemilik restoran, Ellynawaty, mengatakan sejak resmi dibuka pada 23 Maret lalu, usahanya tidak pernah sepi pengunjung. Lonjakan jumlah tamu semakin terasa selama masa libur Lebaran tahun ini.
“Alhamdulillah sejak buka sampai sekarang selalu ramai. Apalagi saat libur Lebaran, pengunjung meningkat drastis, banyak juga yang datang dari luar daerah,” jelasnya.

Ellynawaty mengaku bangga dapat memperkenalkan makanan tradisional Lampung kepada masyarakat luas. Ia menilai, kuliner daerah memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian lokal.
Ia pun berharap semakin banyak pelaku usaha kuliner yang berani mengangkat hidangan khas daerah sebagai menu utama di tempat usahanya.
“Harapannya makin banyak yang mengenalkan makanan khas Lampung, supaya kuliner kita semakin dikenal dan diminati, tidak hanya oleh warga lokal tapi juga wisatawan,” tambahnya.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kuliner tradisional, sektor usaha makanan khas daerah di Bandar Lampung diprediksi akan terus berkembang. Selain menjadi ajang menikmati hidangan lezat, wisata kuliner juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas. (Red)













