Bandar LampungLampungLampung17.com

Suhu Udara Lampung Tembus 37,8 Derajat Celsius, Seputih Raman Terpanas

×

Suhu Udara Lampung Tembus 37,8 Derajat Celsius, Seputih Raman Terpanas

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG,  LAMPUNG17.COM (SMSI) – Cuaca panas melanda sejumlah wilayah di Provinsi Lampung. Berdasarkan data pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 21 Oktober 2026, suhu udara tertinggi mencapai 37,8 derajat Celsius di Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.

Data pengamatan stasiun cuaca otomatis BMKG hingga pukul 13.40 WIB menunjukkan sejumlah wilayah lainnya juga mengalami suhu tinggi, bahkan mencapai lebih dari 37 derajat Celsius.

Setelah Seputih Raman, suhu tertinggi tercatat di Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, sebesar 37,6 derajat Celsius. Berikutnya, Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, mencapai 37,4 derajat Celsius, sedangkan Mesuji mencatat suhu 37,3 derajat Celsius.

Sementara itu, suhu di Stasiun Meteorologi Lampung mencapai 37,2 derajat Celsius. Wilayah Pringsewu tercatat sebesar 36,9 derajat Celsius, sedangkan Banjit, Kabupaten Way Kanan, mencapai 36,2 derajat Celsius.

Berbeda dengan wilayah tersebut, suhu di Liwa, Kabupaten Lampung Barat, tercatat lebih rendah, yakni 28,1 derajat Celsius. Adapun Krui, Kabupaten Pesisir Barat, mencapai 30,8 derajat Celsius.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung, Iqbal Surgiansyah, menjelaskan bahwa perbedaan suhu antardaerah dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk intensitas penyinaran matahari, tutupan awan, kelembapan udara, serta karakteristik geografis wilayah.

“Jika suhu di Lampung saat ini terasa lebih tinggi dibandingkan daerah lain, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti intensitas penyinaran matahari, kondisi tutupan awan, kelembapan udara, serta karakteristik geografis wilayah,” kata Iqbal, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, minimnya tutupan awan membuat sinar matahari lebih leluasa mencapai permukaan bumi sehingga suhu udara dapat meningkat, terutama pada siang hari. Selain itu, kondisi angin dan pergerakan massa udara juga turut memengaruhi suhu di suatu wilayah.

Di tengah kondisi cuaca panas, BMKG juga mengingatkan masyarakat mengenai perbedaan waktu awal musim hujan di sejumlah wilayah Lampung. Sebagian daerah diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026, sementara wilayah lainnya baru mengalaminya pada awal 2027.

Menurut Iqbal, sebagian wilayah Pesisir Barat diprakirakan memasuki musim hujan pada Oktober dasarian II, yakni periode 11–20 Oktober 2026. Sebaliknya, Lampung Selatan bagian selatan diprediksi menjadi salah satu wilayah yang paling akhir memasuki musim hujan, yaitu pada Januari dasarian I atau periode 1–10 Januari 2027.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan perkembangan musim sesuai wilayah masing-masing. Masyarakat juga perlu mengantisipasi kondisi suhu tinggi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *