Bandar LampungDinas Kesehatan Kota Bandar LampungLampungLampung17.com

Skrining Masif Capai 115 Persen Target, Dinkes Catat 333 Kasus HIV di Bandar Lampung Sepanjang 2025

×

Skrining Masif Capai 115 Persen Target, Dinkes Catat 333 Kasus HIV di Bandar Lampung Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Kasus HIV di Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 333 orang terkonfirmasi positif sepanjang tahun 2025. Data tersebut dihimpun dari hasil pemeriksaan dan skrining yang dilakukan secara intensif selama satu tahun terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muntadi di Temenggung, menjelaskan bahwa mayoritas temuan berasal dari kelompok berisiko tinggi, khususnya lelaki suka lelaki (LSL). Dari total 333 kasus, sebanyak 227 kasus tercatat berasal dari kelompok tersebut.

Meski angka temuan terbilang cukup tinggi, Muntadi menegaskan bahwa kondisi ini tidak dapat langsung diartikan sebagai lonjakan drastis penularan di masyarakat. Ia menyebutkan, peningkatan angka lebih disebabkan oleh strategi pemeriksaan aktif atau metode “jemput bola” yang digencarkan oleh jajaran Dinkes.

“Target awal kami melakukan skrining terhadap 30.000 orang. Namun realisasinya melampaui target, yakni lebih dari 35.000 orang atau sekitar 115 persen,” jelasnya dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (21/2/2026).

Menurutnya, strategi skrining diperluas tidak hanya menyasar kelompok berisiko tinggi, tetapi juga populasi rentan lainnya. Pemeriksaan dilakukan terhadap pasien dengan penyakit tertentu yang berpotensi berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh, warga binaan di lembaga pemasyarakatan, hingga ibu hamil sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan dari ibu ke bayi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai penularan sejak dini. Dengan deteksi lebih cepat, pasien bisa segera mendapatkan pendampingan dan terapi sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Selain melalui pelayanan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, tim kesehatan juga melakukan penjangkauan langsung ke sejumlah lokasi hiburan malam, termasuk tempat karaoke. Kegiatan ini dilakukan secara persuasif dengan pendekatan edukatif. Dari hasil penjangkauan tersebut, ditemukan sejumlah kasus positif baru yang sebelumnya belum terdeteksi.

Bagi warga yang dinyatakan positif, Dinkes Kota Bandar Lampung langsung memberikan terapi antiretroviral (ARV) secara gratis. Pengobatan ini bertujuan untuk menekan jumlah virus dalam tubuh hingga ke tingkat yang sangat rendah.

Muntadi menegaskan bahwa terapi ARV bukanlah obat yang dapat menyembuhkan HIV sepenuhnya. Namun dengan kepatuhan minum obat secara rutin, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tetap dapat menjalani kehidupan secara normal, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang baik.

“Saat virus ditekan dengan terapi ARV secara teratur, risiko penularan juga bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 31 puskesmas di Kota Bandar Lampung telah disiapkan untuk melayani pemeriksaan HIV dan distribusi obat ARV. Pemerintah daerah juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, perilaku hidup sehat, serta penggunaan layanan kesehatan yang tersedia.

Dinkes turut mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap ODHA. Stigma dinilai dapat menghambat upaya pencegahan karena membuat sebagian orang enggan memeriksakan diri.

Dengan pendekatan skrining aktif, pengobatan gratis, serta edukasi berkelanjutan, Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap angka penularan HIV dapat terus ditekan dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin demi perlindungan bersama. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *