Bandar LampungLampung17.comPemerintah Kota Bandar Lampung

Rp9 Juta Jadi Rp30 Juta, Pengadaan Gerobak UMKM Ini Bikin Geleng Kepala

×

Rp9 Juta Jadi Rp30 Juta, Pengadaan Gerobak UMKM Ini Bikin Geleng Kepala

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Rencana Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Koperasi dan UKM untuk kembali menganggarkan Rp2,9 miliar pada tahun 2026 menuai perhatian publik.

Pasalnya, dalam dokumen anggaran yang beredar, belum terlihat adanya penjelasan detail terkait jumlah unit gerobak maupun spesifikasi teknis yang akan diadakan.

Kondisi ini mengingatkan pada program serupa tahun 2025. Saat itu, sebanyak 100 unit gerobak listrik diadakan dengan nilai mencapai Rp28 juta per unit, namun menuai kritik karena dinilai kurang transparan dan menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.

Bagi pelaku UMKM yang menerima bantuan, program ini tidak sepenuhnya tanpa kendala. Di satu sisi, bantuan tersebut membantu aktivitas usaha, namun di sisi lain muncul biaya tambahan yang harus ditanggung sendiri.

Seorang penerima bantuan mengaku perlu melakukan penyesuaian agar gerobak dapat digunakan secara maksimal untuk berjualan.

“Harus ditambah sendiri supaya lebih cocok dipakai jualan,” ujarnya di Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026).

Tidak hanya itu, pengalaman awal penggunaan juga menjadi tantangan tersendiri. Beberapa pengguna mengeluhkan kendali kendaraan yang kurang stabil.

“Awalnya agak sulit dikendalikan, terasa berat di satu sisi. Ada juga yang sampai jatuh saat pertama mencoba,” katanya.

Permasalahan lain berkaitan dengan keterbatasan daya listrik rumah tangga. Dengan kapasitas 450 VA, proses pengisian baterai yang memakan waktu sekitar enam jam membuat penggunaan alat elektronik lain harus dibatasi.

“Kalau lagi isi daya, tidak bisa bersamaan dengan alat lain karena listrik tidak cukup,” jelasnya.

Dari sisi teknis, hasil pemantauan menunjukkan bahwa gerobak tersebut menggunakan sistem 48 volt yang kurang optimal untuk kondisi jalan menanjak. Saat membawa beban berat, tenaga kendaraan mengalami penurunan signifikan.

Penambahan etalase juga berdampak pada keseimbangan kendaraan karena mengubah distribusi berat, sehingga meningkatkan risiko ketidakstabilan saat digunakan.

Selain itu, suhu panas di wilayah Bandar Lampung turut memengaruhi performa baterai. Komponen seperti ban dan rem juga lebih cepat mengalami keausan karena harus menanggung beban yang relatif besar.

Dengan beban dagangan hingga 100 kilogram, kemampuan tempuh gerobak disebut hanya berkisar 20 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Melihat berbagai kendala tersebut, rencana pengadaan kembali di tahun 2026 tanpa kejelasan spesifikasi dan evaluasi menyeluruh memunculkan pertanyaan terkait efektivitas program bagi pelaku UMKM. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *