TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat perbaikan ruas jalan Bandar Sakti–SP. Daya Murni–Gunung Batin di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ruas ini dinilai strategis karena menjadi jalur alternatif menuju Kotabumi yang mampu memangkas waktu tempuh hingga 30 menit, meski jaraknya sedikit lebih jauh dibanding lintas tengah.
Kondisi jalan sebelumnya diketahui banyak mengalami kerusakan, mulai dari lubang hingga permukaan yang tidak rata. Saat ini, proses perbaikan telah memasuki tahap pengerasan dasar (base B) menggunakan alat berat sebagai bagian dari penguatan struktur sebelum dilakukan pengaspalan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan jalur tersebut memiliki potensi menjadi pilihan lebih efisien bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas jalan tidak hanya diukur dari kondisi fisik, tetapi juga dari kecepatan tempuh yang dihasilkan.
“Jalan ini bisa menjadi alternatif yang lebih efisien dibanding lintas tengah yang sering macet. Jadi kualitas jalan bukan hanya soal mulus, tapi juga efisiensi waktu tempuh,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan secara bertahap, mulai dari penguatan struktur hingga rencana pelebaran jalan. Namun secara umum, kondisi jalan provinsi di Tulang Bawang Barat masih tergolong tertinggal, dengan tingkat kemantapan sekitar 65 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Lampung Tengah yang telah mencapai hampir 89 persen.
Sejumlah ruas lain juga masih dalam kondisi kurang baik, salah satunya jalan Adijaya–Tulung Randu sepanjang 38 kilometer yang tingkat kemantapannya masih di bawah 50 persen. Pemerintah memprioritaskan penanganan pada ruas dengan lalu lintas tinggi serta aktivitas ekonomi yang padat.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur jalan, mengingat sektor usaha menjadi pengguna utama jaringan transportasi tersebut.
Meski wilayah timur Tulang Bawang Barat telah memiliki akses ke tiga pintu tol, yakni Gunung Batin, Way Kenanga, dan Lambu Kibang, potensi wilayah tersebut dinilai belum optimal akibat kondisi jalan yang belum memadai.
Pada tahun 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk perbaikan ruas SP. Daya Murni–Bandar Sakti sepanjang 840 meter. Proyek ini ditargetkan selesai lebih cepat dari kontrak lima bulan dengan metode hotmix agar jalan dapat segera digunakan.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah titik kerusakan yang membutuhkan penanganan lanjutan. Salah satu penyebab utama kerusakan jalan adalah buruknya sistem drainase, terutama akibat pembangunan ruko yang menutup saluran air sehingga memicu genangan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan bahwa pembangunan jalan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas. Pada tahun 2026, total anggaran pembangunan jalan di wilayah tersebut mencapai Rp38,5 miliar dengan target peningkatan kemantapan hingga sekitar 70 persen.
“Pembangunan dilakukan bertahap dengan prioritas pada jalur strategis agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Jihan.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan kondisi jalan provinsi di seluruh wilayah dapat mencapai di atas 90 persen pada tahun 2029 melalui kolaborasi berbagai pihak. Infrastruktur jalan dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)













