LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta elpiji di wilayah setempat dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar selama masa mudik hingga perayaan Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Agust Riko Suryhana, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring bersama instansi terkait untuk mengecek kondisi pasokan di lapangan.
“Berdasarkan hasil pemantauan yang kami lakukan, ketersediaan BBM dan elpiji di Lampung masih dalam kondisi aman. Selain itu, harga yang beredar di masyarakat juga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi,” kata Agust Riko Suryhana, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina serta berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi tetap stabil, terutama menjelang momentum Lebaran yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.
Agust juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM maupun elpiji secara berlebihan. Menurutnya, langkah tersebut penting agar distribusi energi dapat tetap merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah bersama Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi agar stok tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri, Pertamina akan menambah pasokan elpiji di sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan konsumsi.
Penambahan suplai tersebut bahkan mencapai hingga 50 persen dari alokasi harian, terutama di daerah dengan tingkat permintaan tinggi selama periode Lebaran.
Sementara itu, perwakilan SBM IV Gas Lampung, M Suhanda, menyampaikan bahwa hasil pemantauan di lapangan menunjukkan ketersediaan elpiji, baik subsidi maupun non-subsidi, masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idulfitri biasanya terjadi peningkatan permintaan elpiji sekitar tiga hingga lima persen. Namun kondisi tersebut telah diantisipasi dengan penambahan pasokan agar distribusi tetap berjalan lancar.
“Kami memastikan stok elpiji, baik tabung 3 kilogram maupun non-subsidi, dalam kondisi aman. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang Lebaran, suplai kami tingkatkan hingga 50 persen dari alokasi harian,” jelas Suhanda.
Ia juga memastikan bahwa proses distribusi elpiji dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga ke pangkalan akan tetap berjalan normal, termasuk selama masa libur Lebaran.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan energi masyarakat di Provinsi Lampung dapat tetap terpenuhi sehingga perayaan Hari Raya Idulfitri dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (Red)













