Bandar LampungLampung17.com

Pemkot Bandar Lampung Targetkan Zero Kematian Akibat DBD, Perkuat Gerakan PSN dan 1 Rumah 1 Jumantik

×

Pemkot Bandar Lampung Targetkan Zero Kematian Akibat DBD, Perkuat Gerakan PSN dan 1 Rumah 1 Jumantik

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menargetkan tidak ada kasus kematian akibat penyakit tersebut. Selain itu, pemerintah juga berupaya menekan angka kesakitan DBD hingga berada di bawah 10 kasus per 100 ribu penduduk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan target tersebut akan dicapai melalui penguatan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang dinilai sebagai langkah paling efektif dalam memutus mata rantai penularan DBD.

Menurutnya, PSN tidak hanya berfokus pada pemberantasan jentik nyamuk, tetapi juga mencakup pengendalian nyamuk dewasa, perbaikan sanitasi lingkungan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh masyarakat.

“Target kami adalah zero death akibat DBD dan menekan angka kesakitan hingga di bawah 10 kasus per 100 ribu penduduk. Untuk mencapainya, kami terus memperkuat pelaksanaan PSN di seluruh wilayah Kota Bandar Lampung,” ujar Muhtadi, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, pada tingkat rumah tangga, program PSN diwujudkan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (1R1J). Melalui program tersebut, setiap keluarga diharapkan memiliki satu anggota yang secara rutin memeriksa dan memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah.

Meski demikian, pelaksanaan PSN di tengah masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah belum optimalnya pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara rutin, serentak, dan berkesinambungan.

Karena itu, Dinas Kesehatan menilai keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat serta dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan, kecamatan, sekolah hingga organisasi kemasyarakatan.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, jumlah kasus DBD hingga Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga akhir Mei tercatat sebanyak 81 kasus, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 mencapai 252 kasus.

Muhtadi merinci, sepanjang Januari 2026 terdapat 18 kasus DBD, Februari sebanyak 15 kasus, Maret sembilan kasus, April 16 kasus, dan pada Mei tercatat 23 kasus.

Meski tren kasus menunjukkan penurunan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim pancaroba yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif melakukan pemeriksaan jentik secara berkala di lingkungan rumah dan konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan membiasakan PHBS. Langkah sederhana ini sangat efektif untuk mencegah penyebaran DBD dan melindungi keluarga dari risiko penyakit tersebut,” tutup Muhtadi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *