BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) — Pemerintah Kota Bandar Lampung menggencarkan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional guna menstabilkan harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang sebelumnya sempat melonjak hingga Rp22 ribu per liter.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan saat ini harga eceran tertinggi (HET) Minyakita masih berada di angka Rp15.700 per liter dan stok minyak goreng dipastikan dalam kondisi aman di pasaran.
“Kalau Minyakita ini masih harga HET Rp15.700 dan alhamdulillah stoknya banyak. Yang kita takutkan itu kalau sampai terjadi kelangkaan, tapi sekarang tidak terjadi kelangkaan,” kata Erwin (26/5/2026).
Untuk menjaga kestabilan harga, Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Bulog dan Dinas Perdagangan Provinsi Lampung menggelar operasi pasar di sejumlah pasar tradisional.
Operasi pasar tersebut dilakukan di Pasar Koga, Pasar Tani, Pasar SMEP, Pasar Way Halim, hingga Pasar Untung.
Menurut Erwin, sempat tingginya harga Minyakita di pasaran dipicu tersendatnya distribusi lantaran sebagian stok dialihkan untuk program bantuan pangan pemerintah.
“Minyakita sempat kosong di peredaran karena digunakan untuk program ketahanan pangan, pembagian beras berikut minyak dari pemerintah,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, harga Minyakita di tingkat pedagang sempat melambung hingga Rp22 ribu per liter.
Namun, Erwin menegaskan kenaikan harga itu terjadi karena rantai distribusi yang panjang dan bukan berasal langsung dari distributor resmi.
“Yang dijual Rp22 ribu itu barang dari luar dan berpindah dari tangan ke tangan, bukan langsung dari distributor,” jelasnya.
Sebagai langkah pengendalian harga, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menggelar operasi pasar selama dua hari di Pasar Untung agar harga Minyakita kembali sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemkot Bandar Lampung memastikan stok minyak goreng di pasar tradisional saat ini tetap tersedia dan masyarakat diminta tidak khawatir terhadap potensi kelangkaan menjelang Hari Raya Iduladha.
Pemerintah juga terus melakukan pemantauan distribusi dan harga kebutuhan pokok guna menjaga stabilitas pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. (Red)













