LAMPUNG TENGAH, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyasar tiga unit sepeda motor di Kampung Tanjung Kerajan, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, pada Sabtu dini hari (14/2/2026), sempat ramai diperbincangkan setelah rekaman CCTV kejadian tersebut beredar luas di media sosial, termasuk TikTok.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh RY (33), karyawan bengkel milik WL (26), saat hendak membuka aktivitas pagi. Ia mendapati gudang penyimpanan sepeda motor yang berada di depan bengkel dalam kondisi rusak. Setelah dicek lebih lanjut, tiga unit sepeda motor yang sebelumnya tersimpan di dalam gudang telah raib.
Kapolsek Seputih Banyak, AKP Hairil Rizal, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menjelaskan bahwa dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah dua orang.
“Pelaku masuk sekitar pukul 03.40 WIB dengan cara merusak pintu gerbang menggunakan alat pemotong besi. Setelah itu, gembok gudang juga dirusak dan dua unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja dibawa kabur,” ujar AKP Hairil Rizal, Senin (16/2/2026).

Tak berhenti sampai di situ, sekitar satu jam berselang, salah satu pelaku diduga kembali ke lokasi dan mengambil satu unit sepeda motor lainnya, yakni Honda Beat yang juga tersimpan di area tersebut.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian berupa tiga unit sepeda motor, masing-masing Honda Beat hitam tahun 2017, Kawasaki Ninja RR 150 hijau tahun 2012, dan Kawasaki Ninja SS 150 merah tahun 2014. Korban pun segera melaporkan peristiwa itu ke Polsek Seputih Banyak.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Polsek Seputih Raman. Dugaan sementara, pelaku melarikan diri ke arah wilayah Seputih Raman sehingga dilakukan penyisiran bersama untuk mempersempit ruang gerak mereka.
Pada waktu yang hampir bersamaan, personel Polsek Seputih Raman yang sedang melaksanakan patroli subuh di Kampung Rama Nirwana melihat tiga pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah mendapat informasi terkait kasus curanmor tersebut, petugas langsung melakukan pengejaran dan penyisiran di sekitar lokasi.
Sekitar 300 meter dari titik awal pengamatan, petugas menemukan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna merah hitam tanpa pelat nomor tergeletak di tengah jalan. Kondisi mesin kendaraan masih menyala namun tidak terdapat kunci kontak.
Sepeda motor tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pengecekan nomor rangka serta nomor mesin. Hasil identifikasi memastikan bahwa kendaraan tersebut merupakan salah satu unit yang dilaporkan hilang di Kampung Tanjung Kerajan.
“Motor yang ditemukan langsung kami koordinasikan dengan Polsek Seputih Banyak dan selanjutnya diserahkan untuk kepentingan penyidikan,” jelas Kapolsek.
Upaya pencarian terus berlanjut. Berkat informasi dari masyarakat, satu unit Kawasaki Ninja warna hijau kembali ditemukan pada Minggu malam (15/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Kendaraan tersebut ditemukan tersembunyi di bawah sipon irigasi persawahan wilayah Sumber Bahagia (SB1), dalam kondisi tertutup semak-semak.
Kapolsek Seputih Banyak menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan dua unit sepeda motor tersebut tidak lepas dari sinergi dan komunikasi cepat antara Polsek Seputih Banyak, Polsek Seputih Raman, serta peran aktif masyarakat.
“Kami mengapresiasi dukungan warga yang memberikan informasi. Saat ini dua unit sepeda motor sudah diamankan di Mapolsek Seputih Banyak. Sementara satu unit lainnya masih dalam pencarian, dan para pelaku masih terus kami kejar,” tegasnya.
Sementara itu, RY selaku pelapor menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran kepolisian atas respons cepat dalam menangani laporan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena dua dari tiga kendaraan yang hilang berhasil ditemukan dalam waktu relatif singkat.
“Kami sangat mengapresiasi kerja cepat kepolisian. Alhamdulillah dua motor sudah kembali. Semoga pelakunya segera tertangkap,” ungkapnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menambah sistem pengamanan kendaraan seperti kunci ganda atau alarm. Warga diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan guna mencegah terulangnya kasus serupa di lingkungan masing-masing.
Hingga kini, penyelidikan terus dikembangkan untuk mengungkap identitas pelaku dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian tersebut. (Red)













