LAMPUNG, LAMPUNG17,COM (SMSI) – Kasus campak di Provinsi Lampung dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, dengan lonjakan paling mencolok terjadi di Bandar Lampung. Sementara itu, sejumlah kabupaten dan kota lainnya disebut masih dalam kondisi relatif terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa peningkatan kasus di ibu kota provinsi berdampak pada bertambahnya jumlah anak yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
“Untuk daerah lain belum terlihat lonjakan berarti. Memang yang cukup tinggi saat ini terjadi di Bandar Lampung,” ujarnya, (3/3/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan bersama jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, sebaran kasus hingga kini masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Meski belum meluas ke daerah lain secara signifikan, Pemerintah Provinsi Lampung tetap mengambil langkah pencegahan agar penularan tidak semakin meluas.
Menurut Jihan, salah satu tantangan utama dalam penanganan kasus campak adalah terbatasnya ketersediaan vaksin. Pemerintah provinsi telah mengajukan tambahan pasokan vaksin ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak pertengahan Februari 2026. Namun hingga awal Maret, pengiriman tambahan tersebut belum terealisasi.
Ia menjelaskan, stok vaksin yang tersedia sebelumnya telah disalurkan ke seluruh kabupaten dan kota. Namun jumlahnya dinilai jauh dari kebutuhan ideal. Pada Februari lalu, Lampung hanya menerima sekitar 600 vial vaksin, sementara kebutuhan riil mencapai puluhan ribu vial untuk menjangkau seluruh sasaran imunisasi.
“Kami sudah distribusikan yang ada, tapi memang jumlahnya sangat terbatas dibandingkan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Lampung meminta Dinas Kesehatan segera menyusun Surat Edaran kewaspadaan campak yang nantinya akan diajukan kepada Gubernur Lampung untuk ditandatangani dan diedarkan ke seluruh pemerintah kabupaten/kota.
Surat edaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan fasilitas layanan kesehatan serta mendorong masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi anak, mengingat campak termasuk penyakit yang mudah menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap.
Pemerintah daerah juga mengimbau orang tua untuk segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, dan pilek, guna mencegah risiko komplikasi yang lebih serius. (Red)













