LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Pemerintah Provinsi Lampung mulai bergerak cepat menyiapkan ketersediaan bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya konsumsi.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengatakan pemerintah daerah telah menerima arahan dari pemerintah pusat agar melakukan antisipasi dini terhadap potensi kenaikan harga dan lonjakan permintaan.
Menurutnya, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sudah dilakukan guna menjamin pasokan bahan pokok utama tetap aman. Sejumlah komoditas strategis seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, telur ayam, hingga daging ayam menjadi fokus pengawasan.
“Persiapan sudah dilakukan sejak sekarang. Kami menggandeng para off taker dan pelaku usaha pangan agar distribusi berjalan lancar. Untuk komoditas telur dan daging ayam, koordinasi juga dilakukan bersama asosiasi peternak,” ujarnya di Bandar Lampung, Kamis.

Pemprov Lampung juga memperkuat komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota agar pengendalian pasokan tidak hanya terpusat di tingkat provinsi, tetapi menyentuh hingga wilayah terkecil. Upaya ini dinilai penting agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasar tradisional.
Dari sisi inflasi, Pemerintah Provinsi Lampung mencatat kondisi daerah masih relatif terkendali. Inflasi tahunan Lampung berada di angka 1,25 persen dan termasuk yang terendah secara nasional. Kendati demikian, komoditas pangan bergejolak atau volatile food tetap menjadi penyumbang utama tekanan inflasi.
Beberapa bahan pokok seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan harga. Sementara itu, harga telur ayam berangsur stabil setelah sempat mengalami fluktuasi.
Untuk menjaga keterjangkauan harga selama Ramadhan, Pemprov Lampung juga menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk pelaksanaan pasar murah dan intervensi distribusi jika diperlukan. Pemerintah berharap pola gejolak harga yang kerap terjadi menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir dapat diminimalisir.
“Stabilitas harga harus terus dijaga. Jangan sampai daya beli masyarakat terganggu, terutama saat kebutuhan meningkat di bulan puasa,” tegasnya.
Dengan persiapan lebih awal dan koordinasi intensif lintas sektor, Pemerintah Provinsi Lampung optimistis pasokan pangan selama Ramadhan dapat terjaga dan harga tetap terkendali di pasaran. (*)













