ArtikelBandar LampungEKONOMI Dan BISNISLampung17.comUMKM

Hampers Jadi Alternatif THR Idul Fitri, Lebih Estetik dan Penuh Makna

×

Hampers Jadi Alternatif THR Idul Fitri, Lebih Estetik dan Penuh Makna

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi momen yang dinantikan. Jika selama ini THR identik dengan uang tunai, kini hampers mulai dilirik sebagai pilihan yang lebih kreatif dan berkesan. Selain harganya yang relatif terjangkau, hampers juga dinilai memiliki nilai estetika tinggi serta mampu merepresentasikan kedekatan emosional antara pemberi dan penerima.

Di Bandar Lampung, tren hampers jelang Lebaran sudah mulai terasa bahkan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Salah satu pelaku usaha hampers, Fitri Amalia (42), mengaku telah membuka pemesanan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Menurut Fitri, persiapan produksi hampers tidak bisa dilakukan secara mendadak. Banyaknya variasi isi dan desain kemasan membuat proses perencanaan harus matang sejak jauh hari.

“Kami sudah mulai persiapan sebelum Ramadhan. Soalnya item isian hampers itu beragam, kalau belanja lebih awal stoknya masih lengkap dan belum antre di grosir. Jadi saat open order, bahan sudah siap dan tinggal proses perakitan saja,” ujarnya saat ditemui, Jumat (27/2).

Dalam satu musim Lebaran, Fitri mampu memproduksi hampir 500 paket hampers dengan berbagai ukuran dan konsep. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1 juta, tergantung jenis kemasan, isi, serta ukuran paket.

Usaha yang dirintisnya sejak tiga tahun terakhir tersebut sepenuhnya mengandalkan pemasaran digital. Promosi dilakukan melalui media sosial dan layanan pesan singkat, yang dinilai efektif menjangkau pelanggan dari berbagai kalangan. Adapun isi hampers yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kue kering khas Lebaran, paket sembako, hingga makanan dan minuman ringan yang dikemas secara eksklusif.

Tidak hanya dari sisi penjual, minat masyarakat terhadap hampers juga terus meningkat. Salah satu pelanggan, Desfita (35), mengaku lebih memilih memberikan hampers dibandingkan uang tunai sebagai bentuk THR.

Menurutnya, hampers memberikan kesan lebih personal dan elegan. Selain itu, pilihan harga yang fleksibel membuatnya dapat menyesuaikan dengan jumlah penerima tanpa mengurangi nilai kebersamaan.

“Saya biasanya kasih ke teman, kerabat, sampai beberapa karyawan. Hampers itu kelihatan estetik, kesannya mewah tapi tetap sopan. Diberikan ke siapa saja juga pantas,” tuturnya.

Setiap tahun, Desfita memesan lebih dari 25 paket hampers untuk dibagikan kepada orang-orang terdekatnya. Ia menilai, meski nilainya mungkin berbeda dengan uang tunai, namun perhatian dan sentuhan personal dalam hampers justru membuat penerima merasa lebih dihargai.

Dengan semakin berkembangnya kreativitas pelaku UMKM di bidang hampers, tradisi berbagi saat Idul Fitri pun kian berwarna. Hampers bukan sekadar bingkisan, melainkan simbol perhatian, kebersamaan, dan rasa syukur yang dibagikan di hari kemenangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *