BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung berhasil mengevakuasi seekor kerbau seberat sekitar 300 kilogram yang terjatuh ke dalam sumur tidak aktif sedalam delapan meter di Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Telukbetung Utara.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis dan memakan waktu lebih dari lima jam hingga akhirnya hewan tersebut berhasil diangkat dalam kondisi selamat.
Peristiwa bermula saat pemilik kerbau hendak memberi makan ternaknya di area kebun. Kerbau yang sebelumnya diikat di sebuah pohon tiba-tiba terlepas lalu tergelincir ke arah sumur tidak aktif yang berada di lokasi dengan kondisi tanah miring.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada petugas Damkarmat Kota Bandar Lampung.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan laporan diterima petugas pada Selasa sore sekitar pukul 17.02 WIB.
Setelah menerima laporan, satu unit mobil rescue beserta tujuh personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena medan menuju lokasi cukup sulit dan licin.
Dalam proses penyelamatan, tim rescue menggunakan berbagai perlengkapan vertical rescue seperti tali khusus, helm pengaman, sarung tangan, hingga senter untuk membantu proses evakuasi di dalam sumur yang gelap dan sempit.
Proses penarikan kerbau dilakukan secara perlahan agar tidak melukai hewan maupun petugas yang bertugas di lokasi.
“Lokasi kejadian cukup menyulitkan karena berada di area kebun dengan kondisi tanah miring. Namun tim berhasil melakukan evakuasi dengan aman hingga kerbau berhasil diangkat dalam kondisi selamat,” ujar Anthoni Irawan.
Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, tim rescue akhirnya berhasil mengangkat kerbau tersebut dari dasar sumur.
Peristiwa itu juga menjadi perhatian warga sekitar yang turut menyaksikan proses evakuasi hingga malam hari.
Damkarmat Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menempatkan hewan ternak, terutama di lokasi yang dekat dengan sumur, tebing, maupun medan curam guna menghindari kejadian serupa. (Red)













