BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Lampung mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai 5 hingga 8 Juni 2026. Masyarakat, khususnya nelayan, operator kapal, dan pengguna jasa transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sejumlah wilayah perairan Lampung.
Secara umum, kondisi perairan di Teluk Lampung, Selat Sunda, dan perairan timur Lampung masih dapat dilalui pelayaran. Namun, BMKG mengingatkan bahwa wilayah perairan barat Lampung hingga Samudra Hindia berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dan perlu mendapat perhatian khusus.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas nelayan, kapal penumpang, kapal tongkang, hingga perahu wisata yang beroperasi di wilayah perairan Lampung.
Rangkuman Kondisi Laut Lampung 5–8 Juni 2026
1. Selat Sunda Selatan
- Cuaca: Berawan hingga berawan tebal
- Angin: Timur–Tenggara 8–15 knot
- Gelombang: 1–2 meter
- Status: Waspada untuk kapal kecil
Aktivitas penyeberangan Merak–Bakauheni masih relatif aman. Namun kapal berukuran kecil diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kecepatan angin pada sore hingga malam hari.
2. Teluk Lampung
- Cuaca: Berawan hingga berawan tebal
- Angin: 5–8 knot
- Gelombang: 1,2–1,3 meter
- Status: Relatif aman
Kondisi perairan Teluk Lampung masih cukup kondusif untuk aktivitas nelayan, wisata bahari, maupun kapal penumpang lokal.
3. Perairan Timur Lampung
- Cuaca: Cerah berawan hingga berawan
- Angin: Timur–Tenggara
- Gelombang: 0,5–1,5 meter
- Status: Aman untuk aktivitas nelayan dan pelayaran
Wilayah ini menjadi salah satu kawasan dengan kondisi laut yang relatif stabil selama periode peringatan dini berlangsung.
4. Perairan Barat Lampung
- Cuaca: Berawan tebal
- Angin: Tenggara–Timur 9–10 knot
- Gelombang: 1,8–2,6 meter
- Status: Waspada tinggi
Nelayan yang menggunakan perahu kecil disarankan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari saat tinggi gelombang berpotensi mencapai puncaknya.
5. Samudra Hindia Barat Lampung
- Gelombang: 2,5–4 meter
- Status: Risiko tinggi
- Imbauan: Kapal kecil, perahu wisata, dan kapal tongkang diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum berlayar
Wilayah ini diperkirakan menjadi kawasan dengan kondisi laut paling berisiko di Lampung selama periode 5–8 Juni 2026.
BMKG Maritim Lampung mengimbau masyarakat pesisir serta pelaku usaha sektor kelautan untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas di laut. Kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan gelombang dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menjaga keselamatan pelayaran.
Dengan meningkatnya potensi gelombang di sejumlah wilayah perairan, khususnya di perairan barat Lampung dan Samudra Hindia, seluruh pengguna jasa transportasi laut diharapkan mengutamakan keselamatan dan mematuhi setiap peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. (Red)













