WAY KANAN, LAMPUNG17.COM (SMSI) – Warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung, akhirnya bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang selama bertahun-tahun tak kunjung mendapat penanganan. Jalan sepanjang sekitar dua kilometer yang menjadi akses utama masyarakat dari Donomulyo menuju Simpang Banjit itu diperbaiki secara swadaya setelah berbagai usulan kepada pemerintah belum membuahkan hasil.
Karena keterbatasan dana, warga baru mampu memperbaiki satu titik yang kondisinya paling parah. Titik tersebut diprioritaskan lantaran sudah sangat sulit dilalui kendaraan, bahkan saat cuaca sedang cerah.
Salah seorang penggerak swadaya masyarakat, Muhammad Saleh, mengatakan jalan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga sehari-hari. Kerusakan yang semakin parah membuat kendaraan kerap terjebak, terutama kendaraan bermuatan hasil perkebunan.
“Yang kami perbaiki titik yang paling urgent. Saat kondisi kering saja mobil tidak bisa lewat, apalagi saat hujan. Kendaraan bermuatan sering terjebak karena jalannya sudah hancur dan tidak rata,” kata Muhammad Saleh saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Menurut Saleh, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang telah lama dikeluhkan masyarakat. Selain menghambat mobilitas, kerusakan jalan juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan kerusakan kendaraan milik warga, khususnya para petani.
“Kasihan warga. Banyak yang kecelakaan di situ, mobil-mobil petani juga sering rusak,” ujarnya.
Perbaikan dilakukan secara gotong royong dengan terlebih dahulu menimbun badan jalan menggunakan batu sabes sebelum dilakukan pengecoran. Pada tahap awal, warga menghabiskan sekitar delapan truk batu sabes untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak.
Dana yang digunakan seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat. Selama sekitar sepekan pelaksanaan, warga berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp8 juta. Menariknya, sumbangan yang diberikan sangat beragam, mulai dari Rp1.000 hingga jutaan rupiah sesuai kemampuan masing-masing warga.
Selain bantuan berupa uang, sejumlah pemilik toko bangunan dan warga lainnya turut menyumbangkan material seperti semen dan batu agar proses pengecoran dapat terus berjalan.
“Ini benar-benar dari warga untuk warga. Kalau menunggu pemerintah, kami enggak tahu sampai kapan. Jadi kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi,” ungkap Saleh.
Saleh menjelaskan, masyarakat sebenarnya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan. Proposal juga telah disampaikan melalui aparat lingkungan agar diteruskan ke pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Proposal sudah pernah disampaikan ke pemerintah kabupaten melalui perantara, tetapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Kami berharap ada perhatian karena jalan ini penting untuk aktivitas warga,” tuturnya.
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian warga. Truk pengangkut hasil perkebunan, terutama kelapa sawit, terpaksa memilih jalur yang lebih jauh karena khawatir terjebak di ruas jalan yang rusak.
Tak hanya itu, kondisi jalan juga menyulitkan kendaraan darurat seperti ambulans untuk menjangkau warga yang membutuhkan pertolongan. Mobilitas anak-anak menuju sekolah pun ikut terganggu, padahal ruas jalan tersebut merupakan jalur alternatif yang lebih dekat menuju pusat pemerintahan Kecamatan Kasui.
Saleh menambahkan, aksi gotong royong kali ini bukan yang pertama dilakukan masyarakat. Sebelumnya, warga juga pernah memperbaiki dua titik lain di ruas jalan yang sama menggunakan dana swadaya.
Saat ini proses pengecoran masih terus berlangsung. Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki seluruh ruas jalan tersebut sehingga akses vital masyarakat tidak lagi bergantung pada hasil patungan dan gotong royong.
“Kami berharap ada perhatian karena jalan ini penting untuk aktivitas warga,” pungkasnya. (Red)













