BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM (SMSI) — Bayang-bayang ancaman El Nino yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem mulai diantisipasi Pemerintah Provinsi Lampung melalui penguatan sektor pertanian. Salah satunya dengan menyiapkan sebanyak 1.222 unit irigasi perpompaan yang akan disalurkan ke berbagai daerah di Lampung pada tahun 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan, mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian.
“Irigasi perpompaan ini adalah jantung yang akan memompa kehidupan ke lahan-lahan pertanian kita. Tujuannya memastikan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Endro Gunawan, Jum’at (29/5/2026).
Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp194 miliar. Dana itu digunakan untuk pengadaan dan pembangunan sistem irigasi perpompaan di sejumlah wilayah sentra pertanian di Provinsi Lampung.
Endro menjelaskan, distribusi pompa dilakukan secara merata dengan mempertimbangkan kebutuhan lahan pertanian di masing-masing daerah. Kabupaten Lampung Timur menjadi penerima terbanyak dengan alokasi 247 unit pompa, disusul Way Kanan sebanyak 209 unit.
Selain itu, Lampung Tengah dan Lampung Selatan juga mendapat alokasi cukup besar guna mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Sementara Kabupaten Pesawaran memperoleh 147 unit dan Pesisir Barat sebanyak 85 unit.
Menurut Endro, program ini tidak hanya difokuskan untuk wilayah sentra produksi pangan, tetapi juga menjangkau kawasan pertanian lain termasuk wilayah perkotaan. Bahkan Kota Bandar Lampung turut mendapat alokasi tiga unit pompa untuk mendukung keberlangsungan lahan pertanian urban.
Ia menegaskan, keberadaan irigasi perpompaan diharapkan mampu membantu petani mempertahankan pola tanam dan mencegah gagal panen saat musim kemarau panjang terjadi.
“Melalui program ini kami ingin memastikan petani tetap dapat mengakses air untuk kebutuhan pertanian meskipun menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino,” katanya.
Pemerintah berharap langkah antisipatif tersebut dapat menjaga stabilitas produksi pangan di Lampung sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah perubahan iklim yang semakin tidak menentu. (Red)













