Bandar LampungLampung17.comPemerintah Kota Bandar Lampung

Pemkot Bandarlampung Perkuat Pengelolaan Sampah, Target 200 Bank Sampah di 2026

×

Pemkot Bandarlampung Perkuat Pengelolaan Sampah, Target 200 Bank Sampah di 2026

Sebarkan artikel ini

Lampung17.com (SMSI) Bandarlampung — Pemerintah Kota Bandarlampung terus menguatkan sistem pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini ditempuh melalui dua pendekatan utama: penambahan armada pengangkut sampah dan penguatan partisipasi masyarakat melalui program Bank Sampah.

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, disebut sangat fokus dalam memastikan kecukupan armada pengangkut di wilayahnya. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat telah tersedia 96 unit dump truck (damtruk) dan 28 unit armroll.

“Pemkot juga mendapat bantuan dari PT Bukit Asam berupa satu unit dump truck dan lima unit kontainer. Alhamdulillah, pimpinan sangat concern terhadap kesiapan armada ini,” ujar Kepala DLH Bandarlampung, Veni Devialesti, Senin (7/7/2025).

Veni menambahkan, pemeliharaan rutin dan perbaikan armada terus dilakukan secara berkala. Ia juga menyesalkan adanya unggahan media sosial yang hanya menyoroti armada rusak, tanpa melihat keseluruhan kondisi yang sebenarnya cukup baik.

“Padahal, mayoritas armada kita dalam kondisi prima dan terus kami rawat. Kalau ada yang rusak, langsung kami tangani,” tegasnya.

Pemkot menargetkan kebutuhan armada pengangkut dapat terpenuhi sepenuhnya pada tahun 2026. Saat ini, proses penyusunan anggaran dan perencanaan kebutuhan terus berjalan.

“Intinya, tahun 2026 kita targetkan semuanya siap. Tidak ada lagi kekurangan armada,” imbuh Veni.

Selain infrastruktur, Pemkot juga menaruh perhatian besar pada pemberdayaan masyarakat melalui program Bank Sampah. Program ini tidak hanya mengedukasi, tapi juga melibatkan warga secara aktif dalam upaya pengurangan volume sampah.

Dengan volume sampah harian yang mencapai sekitar 600 ton, DLH menargetkan kehadiran 200 bank sampah aktif di seluruh wilayah Bandarlampung pada tahun 2026.

“Kami terus dorong terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat yang aktif, agar pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa berjalan optimal,” jelas Veni.

Melalui kombinasi antara peningkatan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat, Pemkot optimistis dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.(Bal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *