Lain-Lain

Cordy Store Dipasangi Plang “Akan Dijual”, Aktivitas Toko Masih Berlangsung Normal

×

Cordy Store Dipasangi Plang “Akan Dijual”, Aktivitas Toko Masih Berlangsung Normal

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Sebuah kabar mengejutkan datang dari Cordy Store, salah satu gerai pakaian ternama yang berlokasi di Jalan Hos Cokroaminoto No. 50, Rawa Laut, Bandar Lampung. Sejak tiga hari terakhir, toko yang dikenal sebagai salah satu destinasi fashion favorit anak muda Lampung itu terlihat dipasangi plang besar bertuliskan “Akan Dijual”.

Kondisi tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pelanggan dan masyarakat sekitar. Pasalnya, meski telah terpampang tulisan tersebut, aktivitas operasional toko masih berjalan seperti biasa. Para pembeli masih terlihat keluar-masuk gerai, dan karyawan tetap menjalankan tugas mereka tanpa perubahan.

Salah satu karyawan Cordy Store, Soli, saat ditemui di lokasi pada Jumat (12/7/2025), membenarkan adanya pemasangan plang tersebut. Ia mengatakan bahwa plang tersebut dipasang oleh seseorang yang ia kenal, yakni Pak Cik Ali Salim.

“Iya, itu dipasang sama orangnya Pak Cik Ali Salim,” kata Soli singkat.

Namun, Soli juga mengaku belum mengetahui secara pasti maksud dari pemasangan plang tersebut, karena hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen atau pemilik toko.

“Gak tahu kalau memang mau dijual, karena toko tetap buka kayak biasa. Gak ada yang berubah, kami tetap kerja seperti biasa,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Cordy Store terkait apakah benar gerai tersebut akan dijual atau apakah ada perubahan lain yang akan berdampak pada operasional mereka.

Cordy Store selama ini dikenal sebagai salah satu pusat fashion lokal yang digemari anak muda di Bandar Lampung, dengan koleksi pakaian yang selalu mengikuti tren dan harga yang cukup terjangkau. Tak heran, kabar tentang kemungkinan penjualan toko ini langsung menarik perhatian masyarakat, khususnya pelanggan setia.

Masyarakat berharap agar pihak manajemen segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran bahwa jika benar akan dijual, toko tersebut bisa saja berhenti beroperasi, yang tentu akan berdampak bagi karyawan maupun konsumen. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *