Debat Publik Kedua,4 Calon Wakil Walikota, Saling Adu Program

Debat Publik Kedua,4 Calon Wakil Walikota, Saling Adu ProgramMETRO- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro telah menggelar debat publik yang kedua bagi calon wakil walikota Metro pada Pilkada 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Idea pada tanggal 4 November 2020. Pada kesempatan ini KPU memfasilitasi kepada Calon Wakil Wali Kota Metro untuk menyampaikan visi dan misinya agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat Kota Metro.

Pada kesempatan ini Calon Wakil Walikota nomor urut 1, Qomaru Zaman mengatakan, independen sebagai Paslon yang siap menata Kota Metro agar lebih cantik lagi dan memastikan ruang terbuka hijau yang indah.

“Kota Metro harus ditata dengan cantik, kami independen akan berjuang keras untuk penghijauan di Kota Metro. Saya yakin dengan adanya penghijauan akan meningkatkan nilai kesehatan dan saya pastikan di beberapa titik itu ada ruang terbuka hijau yang indah,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Calon Wakil Walikota nomor urut 2, Saleh Chandra mengatakan, pihaknya akan lebih memperhatikan lagi dengan 14 universitas yang ada di Kota Metro.

“Kita akan lebih memperhatikan yang ada. Kita juga sangat memerlukan akademisi untuk memberikan sumber yang signifikan dalam memajukan Kota Metro untuk kedepannya,” ujarnya.

Sedangkan Calon Wakil Walikota nomor urut 3, Rudy Santoso mengatakan, pihaknya akan memberlakukan mall pelayanan publik atau yang sering disebut pelayanan satu atap. Menurutnya, pelayanan satu pintu sudah efektif. Namun lebih efektif lagi jika dinas-dinas terkait bisa dalam satu lingkup yang sama.

“Kita sudah ada satu pintu. Namun kita kenalkan lagi pelayanan satu atap, denga kita akan membangun bangunan baru di mana disitu sudah termasuk dinas-dinas yang seperti itu Dukcapil, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM. Dimana itu semua dalam satu lingkup dan sudah terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Calon Wakil Walikota nomor urut 4, Fritz Ahmad Nuzir mengatakan, pihaknya akan lebih fokus lagi pada perencanaan dan tata kelola Kota Metro. Dengan adanya perencanaan yang matang akan mendapatkan hasil yang maksimal. Dia juga akan mengembangkan ruang terbuka hijau semaksimal mungkin.

“Kita harus benar-benar fokus pada perencanaan, karena rencana kita untuk RT dan RW akan kita perbarui. Selain itu, ruang terbuka hijau jelas adalah paru-paru kota. tidak hanya untuk lingkungan RTH juga dapat dijadikan ruang edukasi bagi masyarakat agar dapat menumbuhkan ekonomi ruang publik kreatif. Kita juga akan kembangkan urban farming dalam pengelolaannya,” tutupnya. (ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *