Debat Pertama KPU Metro Menuai Kritik Masyarakat

 

METRO – Debat perdana calon wali kota dan wakil wali kota Metro menuai kritikan masyarakat karena tidak dapat mengakses kanal YouTube KPU Metro.

Dari pantauan awak media, live streaming debat Pilkada Metro di Kanal YouTube KPU Metro sempat macet selama 30 menit. Debat juga disiarkan melalui saluran televisi lokal.

“Apa enggak prepare, kok bisa setengah jam enggak ada gambarnya, masa bisa-bisanya mengalami gangguan untuk ajang lima tahunan sekali. Jaman sekarang ini kan smartphone, bukan lagi nonton di tv,” tandas Angga, warga Metro Timur, Senin (26/10/2020)

Selain keluhan kanal online yang dikeluhkan, sejumlah awak media yang melakukan peliputan di Hotel Idea juga mengkritik karena tidak tersedianya saluran nonton live di seputar lokasi debat bagi wartawan.

“Kita sesalkan saja. Masuk meliput tidak boleh. Ok lah kita ikutilah resiko pilkada di tengah pandemi. Tapi setidaknya sediakan layar besar agar kita bisa menyimak apa yang disampaikan calon-calon,” tandas Bambang dari Lampung Post.

Hal senada diungkapkan Indra Simanjutak wartawan Tribun Lampung Ia menilai, seharusnya panitia menyiapkan sarana bagi awak media. Karena tidak semua masyarakat Metro menonton televisi atau bahkan mengetahui adanya debat kandidat.

“Tugas kita kan membantu menyebarluaskan visi misi calon. Tapi gimana kita mau buat berita, kalau tidak ada sarananya. Sama saja nyuruh kita work from home ini sambil nonton televisi di rumah, buat beritanya,” tukasnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama saat dikonfirmasi via Whats App menyatakan, pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan para pemirsa terkait adanya gangguan pada kanal YouTube.

Sementara calon wali kota nomor urut 1 Wahdi pada debat perdana menyampaikan jika sarana dan prasarana akan menjadi salah satu prioritas selain pengembangan SDM yang harus memiliki daya saing karena akan berdampak pada ekonomi lokal.

“Kita ada 9 program unggulan. Di antaranya pendidikan 12 tahun, teknologi informatika, serta peningkatan pada bidang kesehatan yang mempunyai nilai sangat tinggi tapi belum kita sadari. Kita akan buat fakultas kedokteran,” imbuhnya.

Calon wali kota nomor urut 2 Mufti Salim menyampaikan jika usia Metro yang sudah 21 tahun namun masih banyak mengalami kekurangan. Di antaranya jalan rusak dan gelap meski statusnya sebagai kota.

“Kita sudah berkeliling ke lebih 600 RT, dan terlalu banyak keluhan yang saya dapat. Prioritas kami itu menyangkut kebutuhan masyarakat Metro, seperti ekonomi dan kesejahteraan. Termasuk menyelesaikan pasar-pasar seperti Shopping yang 15 tahun tak selesai,” tandasnya.

Adapun calon wali kota nomor urut 3 Ampian Bustami menyatakan, Metro merupakan kota yang asri. Dari segi pembangunan ada tiga sektor yang menjadi prioritas. Yakni ekonomi, infrastruktur, dan sosial budaya.

“Ekonomi kita akan fokus pada potensi UKM dengan memberi bantuan permodalan, membangun sentra produk UKM, penataan pasar, dan peningkatan infrastruktur. Begitu juga penerangan jalan, membangun mall pelayanan satu atap, dan mengatur siring atau drainase,” imbuhnya.

Calon wali kota nomor urut 4 Anna Morinda mengaku, pihaknya akan mendigitalisasi anggaran dan potensi daerah. Serta program sekolah 12 tahun grati dan menggerakan UKM maupun kaum perempuan.

“Begitu juga permasalahan infrastruktu. Tentu kita koordinasi pusat untuk APBN dan juga Provinsi. Kita juga akan mendorong gerakan gotong royong. Dalam layanan publik kami target 100 hari kerja layanan dapat dirasakan cepat, murah, terbaik, dan unggul,” tuntasnya. (ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *