Rapid Test di Posko Perbatasan, Hasilkan 2 Orang Reaktif

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Hari pertama beroperasinya dua posko penjagaan di dua titik perbatasan Bandarlampung, telah menghasilkan ratusan warga pendatang maupun warga Bandarlampung di Rapid Test. Dari hasil Rapid Test tersebut terdapat dua orang yang dinyatakan Reaktif.
Satu keluarga asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan harus putar balik dan kembali ke daerah asal, setelah salah satu keluarganya dinyatakan Reaktif, saat menjalani Rapid Test di Posko perbatasan Tugu Raden Intan, Rajabasa Bandarlampung, pada Senin (26/10).
Selain itu, tim Satgas Penanganan Covid-19 Bandarlampung juga melimpahkan seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) asal Bandarlampung yang juga hasil test Rapidnya menunjukan Reaktif.
Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung, Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan, seluruh warga yang melintasi posko di setiap perbatasan, akan di lakukan Rapid Test, ini dilakukan guna menekan angka penularan Covid-19 di Bandarlampung.
“Iya tadi di posko perbatasan Tugu Raden Intan, Rajabasa, ada 2 orang yang dinyatakan reaktif, dan langsung kita suruh putar balik dan kita larang masuk ke Bandarlampung, itu warga asal dari Lubuk Linggau, Sedangkan yang satunya salah satu ASN Bandarlampung yang baru saja pulang dari Lombok, dan saat ini seluruh keluarga dan ASN yang bersangkutan telah dilakukan tracing,” jelas Ahmad Nurzki.
Petugas kesehatan, sambung dia, telah diperintahkan untuk segera mengambil sample untuk dilakukan Swab kepada ASN yang dinyatakan Reaktif. “Keluarganya juga langsung kita suruh ambil sample,” imbuh dia.
Pelaksanaan Rapid Test ini, berada di dua posko berbeda, yang pertama di Posko Depan Polsek Sukarame dan yang kedua di Posko Bundaran Tugu Raden Intan, Rajabasa. “Ini akan berlangsung selama dua hari, untuk mengantisipasi banyaknya pendatang dari luar daerah yang datang ke Bandarlampung untuk berlibur,” ujar dia.
Sementara, Walikota Bandarlampung, Herman HN mengaku akan menambahkan petugas kesehatan di masing-masing posko, guna menghindari kemacetan panjang, saat dilakukan Rapid Test.“Test Rapidnya dari dalam mobil aja, biar nggak macet akan kita tambah lagi tenaga medisnya,” tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *