Pengaruhi Data Update Covid-19, Dinkes Bandarlampung Imbau Warga Tidak Uji SWAB Mandiri

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Banyaknya lembaga atau klinik di Bandarlampung, yang membuka pelayanan uji SWAB mandiri kepada masyarakat, membuat data update Covid-19 di Bandarlampung sedikit rancu. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung tidak menganjurkan masyarakat melakukan uji swab secara mandiri.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, di Provinsi Lampung masyarakat belum dapat melakukan uji swab secara mandiri.

Hal itu menurutnya dapat cukup berpengaruh pada update data Covid-19 oleh dinas kesehatan provinsi setempat. “Di Lampung nggak ada yang mandiri. Karena provinsi takut dalam penayangan hasilnya. Jadi kalau swab minta tolong sama dinas kesehatan,” kata dia, saat ditemui di kantor Pemerintahan Kota Bandarlampung, Kamis (1/10).

Ia menjelaskan, apabila masyarakat berkeinginan melakukan uji swab secara mandiri dapat melalui dinas kesehatan.

Namun begitu, ia menganjurkan hal itu tak perlu dilakukan apabila pasien tidak merasakan gejala dan tidak memiliki bukti hasil reaktif melalu rapid test.

“Ke Dinkes. Tapi kalau nggak ada gejala nggak bisa. Yang penting dia ada hasil reaktif rapid test, terus dia sakit. Kalau enggak ya ngapain. Untuk apa coba, karena swab itu pertama sakit, kedua mahal,” ujarnya.

Sedangkan terkait tarif pasaran untuk umum edwiin belum mengetahui pasti. Menurutnya tarif uji swab di angka Rp1,5 juta. Selama ini hasil uji swab pasien positif Covid-19 ditanggung pemerintah. “Sekitar 1,5 juta. Kita nggak tahu, nggak pernah bayar karena kita yang ngajuin,” kata Edwin.

Selain mahal, menurut Edwin apabila pasien tidak merasakan sakit atau gejala hanya perlu isolisasi mandiri saja. Ia menyarankan agar masyarakat tak perlu menggocek kantong dalam untuk melakukan uji swab mandiri. (enj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *