Cerita Ayah Heldany Siswa SMAN 1 Metro Korban Lakalantas,Sempat Melihat Ular Kobra, Sebelum Anaknya Meninggal Dunia

Metro- Pemakaman Heldany Bintang Alwinsyah (17) salah satu korban kecelakaan lalulintas (Lakalantas) Mobil Bus diwarnai duka mendalam keluarga.

Untuk diketahui,salah satu pelajar menjadi korban Lakalantas terbaliknya mobil bus. Siswa kelas XI IPA 5 Asal Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Metro warga Desa Wonosari Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menjadi korban saat almarhum bersama kawan kawannya hendak berwisata di sebuah pantai di wilayah Lampung Selatan.

Wisnu Heli Andoko Ayah Korban yang juga guru matematika SMAN1 Metro mengatakan, anak ketiga dari tiga saudara dalam aktifitas keseharianya setelah sekolah diliburkan banyak melakukan kegiatan bercocok tanam bunga dirumah. Dikarenakan merasa bosan, meminta izin pergi dengan teman satu kelompok futsalnya untuk berlibur salah satu pantai di Lampung Selatan.

“Dari anak kami izin mau pergi dengan teman-temanya itu kita sudah merasa tidak enak, mau tidak diperbolehkan juga kasihan akhirnya saya izinkan,” paparnya

Lebih lanjut, ayah korban bercerita sudah memiliki firasat seperti dua hari sebelum kejadian, ditempat sholat ada ular kobra kecil. Itu juga dirinya juga tidak tau apakah isyarat atau bukan, dikarenakan dirinya kurang percaya dengan hal semacam itu.

“Pertama mendapatkan kabar itu dari orang yang tidak dikenal yang memberi kabar anak kami kecelakan, namun ibunya tidak percaya, sekarang banyak penipuan model begitu, setelah melakukan videocall baru kami yakin yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut bener anak kami. Dengan adanya kabar itu dirinya meminta tolong dengan keluarga yang berada di Lampung selatan untuk melihatnya secara langsung ,” ujarnya

Ayah korban juga menambahkan,mendengar dan mengetahui anaknya menjadi korban lakalantas dan meninggal dunia,keluarga besar berinisiatif menjemput langsung jenasah anaknya. ” Sekitar Ba’da Magrib dengan mobil Ambulans jenasah anak saya dibawa pulang. Kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum sekitar Pukul 09.08 WIB pagi harinya,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Musryawarah Kerja Kepala Sekolah MKKS SMA Kota Metro, Suparni menyampaikan, bahwa pihaknya baru mendapat informasi telah terjadi kecelakaan yang menimpa siswa sekolah SMAN 5 dan sekolah Negeri lainya.

“Sedang kita telusuri kebenaran informasi itu. Tapi sudah mendapat kabar. Namun belum bisa menyimpulkan peristiwa tersebut. Masih dicari tahu dulu kebenaranya, “ujarnya kemarin.

Ia menambahkan, rombongan tersebut bukan dalam kegiatan sekolah.

” Mungkin mereka sedang liburan. Namun informasi masih saya telusuri, ” tandasnya. (Ryn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *