Kegiatan Belajar Mengajar di Madrasah Ikut Anjuran Pemerintah Kota Bandarlampung

BANDARLAMPUNG, LAMPUNG17.COM – Masa pandemik yang saat ini sedang terjadi, membuat aktifitas belajar mengajar dilakukan dirumah, mengingat tingkat pengebaran semakin memburuk.

Menanggapi hal tersebut, Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Lampung mengaku, untuk pembukaan atau masuknya para siswa Madrasah Tsanawiyah masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Terkait kapan masuk kembali para siswa madrasah dari belajar daring ke tatap muka kita masih menunggu putusan dari Pusat dan Pemda,” kata Plt Kepala Kanwil Kemenag Lampung Wasril Purnawan, di Bandarlampung, Senin (1/6).

Menurutnya, penerapan new normal (kenormalan baru) di dunia pendidikan termasuk Madrasah masih ada kontroversi dan butuh banyak pertimbangan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung.

Namun, lanjut dia, apabila nanti diharuskan masuk secara tatap muka pasti pihaknya pun memberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah di semua Madrasah.

“Memang ada surat dari Pemda dan Pemerintah Pusat yang masuk ke kami tapi masih belum ada keputusan, kapan para siswa Madrasah akan masuk sekolah secara langsung,” kata dia.

Menurut dia, saat ini pemerintah sedang mengukur seberapa patuh masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan di dunia pendidikan sebab hal tersebut berpengaruh terhadap penyebaran COVID-19. “Ini kan perlu kajian panjang oleh pemerintah, nanti jika sudah ada putusan dari pemerintah kita akan informasikan,” kata dia.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung Herman HN menegaskan, bahwa akan memperpanjang masa proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di rumah secara daring.

“Untuk sekolah-sekolah yang ada di Bandarlampung seperti SD, SMP, dan TK baik swasta dan negeri akan kita perpanjang masa KBM-nya,” kata Herman HN, di Bandarlampung, Jumat.

Ia pun menegaskan kembali bahwa semua sekolah tanpa terkecuali akan melaksanakan KBM di rumah sampai nanti ada penjelasan lebih lanjut dari Gugus Tugas Nasional terkait kapan masuk sekolahnya para siswa tersebut.

“Kalau Gugus Tugas Nasional menyatakan boleh, baru kita laksanakan kegiatan belajar di kelas tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.(enj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *